SEMUA ORANG BISA MENIKMATI KOPI LAYAKNYA Q GRADER

Sebagai penikmat kopi, pastinya ingin sekali dapat menikmati kopi seperti seorang Q Grader yang peka terhadap karakter rasa yang ada pada secangkir kopi kita. Mungkin sejauh ini, kita menikmati kopi hanya mengetahui rasa enak atau tidak, tapi tidak bisa mendeskripsikan rasa seperti apa yang ada pada secangkir kopi kita. Padahal, semua orang bisa menikmati kopi layaknya Q Grader.

SEBELUM jauh mengulas tentang menikmati kopi, perlu disepakati bersama bahwa tiap diri kita memiliki anugerah merasakan minuman dan makanan. Coba pikirkan dalam sehari kita selalu mengkonsumsi rasa apakah itu dari makanan yang kita makan atau dari minuman yang kita minum. Tapi, semua itu hanya berlalu begitu saja, tanpa ada proses merasa, makanan dan minuman dikonsumsi hanya untuk memenuhi kebutuhan. Merasakan nikmatnya makanan dan minuman adalah soal kebiasaan, bukan tentang bakat dari lahir yang dapat merasakan rasa dengan peka.

Perihal secangkir kopi, sepertinya sangat umum sudah kita dengar di kalangan penikmat kopi “rasa kopinya ada sedikit fruity” atau “kopinya ada sedikit rasa coklat” tapi yang kita rasakan hanya pahit di lidah. Bahkan untuk lebih lanjut, ada beberapa penikmat kopi lebih spesifik mendeskripsikan rasa buah yang ada pada secangkir kopi mereka, apakah itu buah lemon, jeruk, mangga, grape, dll. Lalu apa yang salah, mengapa orang lain dapat merasakan kopi layaknya buah namun kita tidak bisa. Mungkin saja cara minum kopi kita berbeda, tiap sesapan kopi harusnya mengenai seluruh sisi bagian lidah, karena tiap sisi lidah memiliki tugas masing masing untuk memaknai rasa. Atau jika sudah benar cara minumnya, maknanya ini hanya soal subjektif dan objektif dari secangkir kopi.

Sebenarnya tiap dari kita pada kopi yang sama di satu waktu dan mulai meminumnya, semua merasakan hal yang sama apakah itu rasa asam yang ada pada kopi atau rasa lainnya yang ada pada secangkir kopi tersebut. Yang membuatnya berbeda adalah diantara kita tidak dapat mendeskripsikan rasa apa yang kita minum ini, apakah rasa buah lemon atau rasa buah jeruk, dan akhirnya otak kita hanya mendeskripsikan rasa umumnya, rasa asam. Dengan sedikit latihan dan beberapa kali pengulangan mungkin akan memudahkan seseorang untuk menikmati kopi layaknya Q Grader. Nah, untuk memudahkan kita mendeskripsikan rasa kopi baiknya menggunakan Flavor Wheel SCAA untuk memetakan rasa kopi, menelusuri secara spesifik karakter rasa dari kopi yang kita nikmati.

credit: munchies.vice.com

Untuk menjadi Q Grader mungkin butuh perjuangan yang serius, karena seorang Q Grader akan menjaga pola makan dan minum agar tidak mengganggu sensitifitas dari indera pencecap yang sudah mereka bangun dengan latihan dan wawasan. Setidaknya, sedikit tips untuk menikmati kopi layaknya Q Grader, mungkin dapat membantu memaknai rasa dari secangkir kopi kita hari ini.

Memahami deskripsi dari rasa
Secara umum rasa dibagi atas daya cecap lidah seseorang, manis, pahit, asin dan asam. Di luar dari rasa umum ini, merupakan pengembangan subjektif dari kebiasaan seseorang atas apa yang mereka konsumsi. Seseorang teman barista, untuk memahami rasa menganjurkan untuk melatih caya cecap dengan mengkonsumsi buah-buahan, agar wawasan terhadap rasa semakin kaya.

Latihan dan latihan
Melatih bagaimana menikmati kopi bukan hanya sekadar minum kopi tiap hari, tapi dengan cara memaknainya, menelurusi rasa apa yang ada pada secangkir kopi hari ini. Sesekali melakukan latihan cupping di rumah tidak ada salahnya, jika tidak ada alat kopi yang mendukung untuk melakukan cupping, cobalah cari informasi coffee shop mana yang melakukan kelas fun cupping. Beberapa coffee shop lokal tidak hanya menjual minuman kopi, tapi ikut menjadi pionir mengedukasi para coffee enthusiast.

Saling bertukar opini akan rasa
Paling seru, jika menikmati kopi dengan mereka para penikmat kopi, saling bertukar opini akan rasa membuat kita kaya akan wawasan. Dari saling bertukar opini akan rasa ini, bisa jadi yang awalnya penilaian akan rasa secara subjektif saja dengan bertukar opini ternyata subjektif tadi merupakan penilaian rasa objektif secara umum.

Menikmati kopi secara nikmat adalah tentang bagaimana seseorang memaknai rasa pada secangkir kopi mereka. Saling memahami subjektif orang lain akan rasa semakin menambah wawasan bagaimana tiap orang berbeda memahami secangkir kopi mereka.

src: coffeeteaimagazine img: shutterstock

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.