SENTUHAN KECIL PADA SECANGKIR KOPI

Kita memang tak bisa membahagiakan semua orang. Tapi setidaknya kita bisa menebar sedikit kebahagiaan pada secangkir kopi yang kita perhatikan tiap detailnya.

SETIAP kedai kopi memiliki keunikan dan cirinya masing-masing. Mereka tampil berbeda dengan karakteristik yang dibangun. Itu kenapa tiap kedai kopi senantiasa berbeda meski yang dijual tetap sama: kopi saja!

Saya adalah peminum kopi yang memiliki rasa maklum yang besar atas berbagai hal. Itu kenapa saat saya melangkah ke kedai kopi mana pun saya membuang standar dan ekspektasi jauh-jauh. Saya atur ekskpektasi saya pada titik nol dan bersiap-siap dengan segala kejutan yang hadir di sana. Hanya dua hal yang tak bisa saya maklumi jika ke kedai kopi: pelayanan dan kebersihan. Soal rasa dan lain-lain saya bisa maklum.

Oleh karena itu, setiap ke kedai kopi saya selalu girang dengan kejutan-kejutan kecil yang hadir di sana. Kedai kopi yang memperhatikan detail membuat saya jatuh hati. Sentuhan kecil sangat berarti. Misalnya, secangkir cappuccino yang saya pesan datang bersama kukis.

Tak hanya kukis pabrikan biasa, namum kukis home-made buatan sendiri. Yang tak hanya sebagai pelengkap namun dibuat sungguh-sungguh dan rasanya enak sekali. Hal seperti ini memang sederhana, namun bisa membuat orang seperti saya bahagia dan tak pernah berhenti membicarakannya.

Selain perihal kukis, cangkir kopi yang tak umum juga memberi sedikit kebahagiaan kecil. Banyak kedai kopi yang mulai menggunakan cangkir kopi tanah liat buatan lokal. Selain cantik, cangkir-cangkir ini terlihat lebih personal karena bentuknya yang tak serupa. Menikmati kopi pun terasa lebih syahdu. Ya, setidaknya untuk saya.

Credit : www.rd.com

Sentuhan kecil lain adalah pelayanan sang barista. Gestur sederhana seperti mengingat nama pelanggan, bertanya kabar, atau menyambut dengan senyum sudah menularkan kebahagiaan bahkan sesaat sebelum kopi diteguk. Untuk saya senyum ramah seorang asing mampu membuat mood lebih baik. Karena kita tak pernah tahu apa yang sedang terjadi pada seseorang di har itu.

Akhirnya saya cuma ingin bilang kalau kedai kopi tak hanya sekadar tempat minum kopi. Tetapi jauh lebih dalam dan kompleks dari itu. Jika kamu pemilik kedai kopi, perhatikan tiap detail, berikan yang terbaik maka akan banyak kebahagiaan yang lahir tak sengaja di sana.

Terima kasih juga untuk para barista yang karenanya senyum kami terbit sesaat setelah teguk.

Foto utama dari catch.nsw.edu.au

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.