SEPERTI INI SECANGKIR KOPI BERINTERAKSI

Percaya atau tidak sebenarnya kopi yang kita buat dan kita minum tiap hari tanpa sadar sedang berinteraksi dengan kita, karena secangkir kopi bukan sekadar kebutuhan diri untuk memenuhi kafein untuk tubuh.

MUNGKIN terdengar terlalu berlebihan, tapi izinkan saya berandai-andai untuk membuka ulasan bahwa secangkir kopi sebenarnya mampu berinteraksi dengan para penikmat kopi. Dengan cara yang berbeda, interaksi dari secangkir kopi memberikan kesan pada para penikmat kopi, sebabnya mereka yang meneguk kopi mendapatkan pengalaman nikmat. Lalu, sebenarnya bagaimana secangkir kopi berinteraksi dengan para penikmatnya. Pernahkah mendengar celetukan bahwa kopi sangat sulit untuk dimengerti, bisa jadi karena kita belum kenal betul seperti apa secangkir kopi berinteraksi.

TENTANG PERSIAPAN DAN MENIKMATI KOPI
Sungguh, mereka yang hanya menikmati kopi akan berbeda pengalaman yang dirasakan dengan mereka yang menikmati kopi dan membuat kopi sendiri. Dari mulai mempersiapkan biji kopi untuk diseduh, secangkir kopi sebenarnya sudah mulai berinteraksi melalui sensorik yang merangsang indera seseorang. Ketika biji kopi mulai mengeluarkan aroma saat digiling dan kemudian aromanya semakin jelas pada tahap bubuk kopi dibasahi oleh air seduhan. Blooming yang terjadi ketika bubuk kopi diseduh dengan air panas, juga semacam memberikan sapaan ramah ketika dilihat. Tidak heran beberapa orang percaya bahwa buat kopi sendiri dengan hikmat merupakan self healing yang bisa menenangkan emosi negatif.

credit foodal.com

Pengalaman sensorik ini semakin jelas, ketika mulai menikmati tiap teguk dari secangkir kopi. Dari mulai memegang cangkir, menikmati aroma hingga menyesap rasa kopi adalah cara bagaimana kopi berinteraksi. Bahkan, tidak hanya itu saja, lokasi sekitaran di mana seseorang menikmati kopi juga mendukung cara kopi untuk berinteraksi. Dengan ini, semakin jelas bahwa aroma, rasa dan juga lokasi menikmati kopi memberikan pengalaman seseorang ketika meneguk nikmatnya kopi. Maka, akan jelas perbedaannya menikmati kopi di outdoor dengan menikmati kopi di indoor. Untuk tiap orang, tentu pengalaman sensorik mereka berbeda-beda, bagaimana reaksi tubuh memahami aroma dan rasa dari kopi tergantung bagaimana seseorang mengenal kopi mereka.

Maka, untuk yang ingin merasakan interaksi dari kopi, mulailah dengan membuat kopi sendiri di rumah, dari sini kita akan belajar mengenal isyarat yang muncul dari secangkir kopi, bagaimana aroma kopi tercipta, bagaimana karakter rasa yang kompleks menjadi nikmat, serta seperti apa keterkaitan jumlah air seduhan dan bubuk kopi. Secara sendirinya kita akan mulai menelusuri rasa penasaran ketika buat kopi sendiri.

credit: jp.kurasu.kyoto

CARA SAJI DAN VISUALISASI
Pernahkah kita mengunjungi kedai kopi, ketika masuk ke ruangnya kita sudah bisa menebak bagaimana kopi yang dibuat di kedai kopi tersebut dikatakan nikmat atau tidak. Hal ini tercipta dari persepsi yang muncul sejak seseorang masuk ke kedai kopi tersebut. Karena sekitaran juga memberikan pengaruh pada seseorang ketika meneguk kopi mereka, bahkan seperti apa kopi disajikan di cangkir untuk kita, memberikan persepsi dari interaksi visual itu. Akan berbeda pengalaman ngopi seseorang menikmati kopi yang tersaji di server bergaya peralatan kimia dengan kopi yang disajikan di server minimalis.

Mengapa sajian espresso lebih memukai jika disajikan dengan cangkir keramik berwarna putih dengan pegangan dibandingkan bila espresso disajikan dengan cangkir gelas kaca. Semua ini tentang persepsi yang coba diciptakan dari interaksi kopi ketika merangsang indera para penikmat kopi.

src: coffeeandhealth.org img: busy.org

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.