SIMAK HAL INI SEBELUM MENATA KONSEP RUANG COFFEE SHOP KAMU

Memang benar, ruh dari coffee shop itu sendiri adalah interior tata ruang, dengan konsep sederhana tata ruang yang menarik dan unik dari sebuah coffee shop, pelanggan akan berdatangan silih berganti karena daya tarik yang mempertemukan mereka; adalah penikmat kopi dan tempat yang nyaman untuk ngopi. Lalu apa saja yang menjadi pertimbangan untuk business owner sebelum menata ruang coffee shop mereka?

PERNAHKAH kamu teringin dengan sangat untuk mengunjungi coffee shop, bukan karena sajian kopi yang mereka sediakan, tapi karena tempat ngopinya yang begitu menarik. Melihat interiornya yang begitu nyaman, memandang eksteriornya yang begitu ramah, seakan ingin berlama-lama menikmati kopi dan menghabiskan sisa waktu hari itu untuk sekadar duduk dan menikmati atmosfir coffee shop. Namun ternyata untuk menata ruang yang sedemikain menarik nan nyaman tidak hanya sekadar asal pilih furnitur dan kemudian meletakkannya sembarang di ruang coffee shop.

Sebuah pendekatan ergonomis perlu dilakukan sebelum memilih furnitur seperti apa untuk memenuhi ruang coffee shop. Perihal ergonomi ini meliputi bagaimana tinggi meja bar apakah selaras dengan tinggi orang-orang, bagaimana dengan meja dan kursi, ruang kosong untuk jalur pergerakan pelanggan, dan banyak hal lainnya guna mempertimbangkan keselarasan orang terhadap furnitur yang digunakan. Akan berbeda jadinya jika membuat coffee shop di Indonesia dengan di negara-negara daerah western, perbedaan ini mengacu pada kebudayaan dan juga perbedaan karakter fisik orang, yang berkaitan mengubah perhitungan ergonomis suatu konsep tata ruang.

 

credit: thealisonscnx.com

Sedikitnya berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menata ruang coffee shop kamu agar lebih menarik dan nyaman.

LANTAI, FURNITUR DAN ALAT MESIN KOPI

Dengan kombinasi yang sesuai, ternyata paduan antara lantai, furnitur dan juga peralatan kopi atau mesin kopi menjadi interior yang menarik.

  • Meja Bar dan Meja Kursi Pelanggan

Pada konsep tata ruang coffee shop, ada dua hal yang mengambil daya tarik besar ketika seseorang kali pertama masuk ke ruang coffee shop adalah meja bar dan tempat duduk pelanggan. Sebabnya dalam kedua ini pemilihan furnitur perlu hati – hati dan usahakan selaras dengan satu sama lain, agar nyaman dipandang dengan mata. Memilih warna lantai pasti harus membuat kesan furnitur dan meja bar terlihat menarik, lantai hanya sebagai pendukung untuk semakin menciptakan daya tarik dari interior. Memilih meja dan kursi tidak hanya sekadar nyaman, juga harus serasi dengan meja bar dan sekitaran.

Banyaknya pilihan alat kopi dan mesin kopi ternyata bukan hanya sekadar pilihan semata, namun sebenarnya memberi keleluasaan pada kita untuk menentukan alat kopi atau mesin kopi yang seperti apa yang memberikan daya tarik untuk interior ruang coffee shop. Dengan konsep coffee shop industrialis beberapa referensi alat kopi seperti koleksi dripper dari Hario dapat menambah daya tarik ketika dipajang di meja bar. Dan untuk konsep coffee shop minimalis, alat kopi dari koleksi Kinto jika dipajang di meja bar akan membuat ruangan menjadi lebih elegan.

Untuk coffee shop yang fokus menjual kopi, memajang alat kopi sebagai daya tarik di meja bar adalah penting, bahkan beberapa beranggapan mesin kopi adalah bagian dari interior coffee shop yang tidak dapat dipisahkan. Sebabnya banyak sekali mesin kopi yang berkualitas dan didesain sangat istimewa dan penuh daya tarik, seperti La Marzocco dan Kees Van Der Westen.

credit: iliaestudio

  • 2 Tipe Meja Bar

Menentukan letak meja bar juga perlu hati – hati, apakah ruangan memungkingkan untuk menempatkan meja bar pada sisi tertentu. Salah satu paling umum letak meja bar berada di tengah ruang coffee shop, dan tidak sedikit memanfaatkan meja bar yang ditengah ini juga sebagai meja untuk duduk pelanggan dengan kursi yang agak meninggi agar nyaman ketika menikmati kopi. Dan biasanya meja bar yang berada di tengah ini membutuhkan ruang yang luas agar terkesan nyaman untuk dipandang.

Tipe yang kedua tidak memerlukan ruang yang terlalu luas tapi harus juga memperhatikan flow ruang gerak barista. Meja bar yang berada dekat dengan dinding ruang, apakah itu di sudut atau hanya bagian sisinya saja. Meja bar yang biasanya dekat dengan dinding, harus memperhatikan warna dinding agar ketika memilih warna untuk meja bar terlihat selaras. Jika memilih ruang berlebih, memanfaatkan meja bar untuk dijadikan tempat duduk untuk menikmati kopi juga menarik, untuk menciptakan interaksi antara barista dan juga pengunjung. Untuk ukuran secara umum, tinggi meja bar senyaman barista ketika menyiapkan kopi, namun untuk meja bar di mana sekaligus tempat melayani pengunjung tidak kurang dari 60cm.

  • Pintu dan Area Lalu Lalang Pelanggan

Perihal memilih pintu lebih baik menyesuaikan konsep coffee shop yang diterapkan, apakah pintu kaca atau pintu model lainnya. Pintu yang baik tidak hanya tentang daya tarik tapi pintu juga dapat memberikan keleluasaan untuk memasuki ruang coffee shop. Jarak untuk pengunjung berjalan juga perlu dipertimbangkan, pergerakan pengunjung menjadi acuannya, sekitar tidak kurang 55cm untuk jarak satu orang jika lebih dari 55cm semakin baik untuk mengatur jarak area pergerakan pelanggan.

credit: blackfodder

ELEMEN SUASANA INTERIOR

Sebenarnya membentuk suasana itu bukan berarti terbentuk secara sendirinya, ternyata suasana ruang coffee shop itu terbentuk dari pemilihan dan tata raung yang seperti apa. Misalkan untuk membentuk suasana coworking spaca, mungkin cenderung akan memiih meja pelanggan yang menampung banyak orang dan dekat dengan sumber listrik.

  • Privasi Pengunjung

Membentuk suasana apa yang kita inginkan, juga harus melihat bagaimana privasi pelanggan lainnya. Jika ingin suasana coworking yang diterapkan pada coffee shop, lalu bagaimana privasi pengunjung yang datang hanya untuk menghabiskan waktu luang. Bagaimana pun konsep coffee shop dan suasana yang berkembang di dalamnya, haruslah menjaga privasi untuk pelanggan lain. Jika menyediakan meja pelanggan untuk 4-8 orang, apa salahnya menyediakan sebuah space dengan meja pelanggan untuk 2 orang saja, guna menjaga hak privasi pengunjung yang hanya datang untuk menikmati waktu luangnya.

  • Pola Area Pelanggan

Bagaimana pun konsepnya, atau jika ingin menggabungkan beberapa konsep coffee shop dalam satu ruang, usahakan pola area pelanggan sangat jelas tergambar walau tidak disebutkan. Bagaimana proses pemesanan kopi, bagaimana arah masuk dan keluar, dan di mana saja tempat-tempat untuk mereka yang tidak ingin terganggu seperti ruang VIP. Penempatan meja pelanggan untuk 8 orang sangat beresiko jika diletakkan di bagian tengah ruangan, sangat lebih baik jika mendekat dengan jendela atau mendekat dengan dinding yang tidak banyak orang berlalu di sana.

 

credit: healdsburgshed
  • Area Sudut Pandang

Sangat akan lebih menarik jika konsep semakin sederhana dan unik, namun untuk menemukan konsep yang sederhana namun unik inilah bagian tersulitnya. Karena menentukan konsep bukan sembarangan, harus melihat bagaimana karakter pelanggan yang datang ke coffee shop. Semakin jelas konsep dan semakin sederhana, maka jelas pula arah sudut pandang yang tercipta. Apakah mengarah ke meja bar dengan pajangan alat kopi yang menarik, atau mengarah ke jendela yang menembus ruang coffee shop dengan pemandangan luar.

Semoga artikel ini menjadi wawasan bersama sebelum menentukan konsep ruang untuk coffee shop kamu, jika ada beberapa hal yang kurang harap memakluminya, karena saya artikel ini dibuat berdasarkan referensi dan pengalaman pribadi sebagai pengunjung kedai kopi.

src: coffeeteaimagazine img: devianart

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.