SIMON & SONS: NGOPI, NGEMIL, NGUMPUL

Satu lagi tempat hangout sambil ngopi yang asyik di Jambi.

KOTA Jambi benar-benar kian menggeliat dengan cukup menggairahkan selama beberapa tahun terakhir. Setelah sebelumnya mengunjungi Dine and Chat, kedai kopi (spesialti) yang bisa menjadi pilihan saat kalian bertandang ke Jambi, keesokan malam saya mengunjungi kedai ini setelah direkomendasikan oleh bang Allan Arthur dari Rimbun Coffee.

Simon & Sons konon menjadi salah satu tempat nongkrong yang sedang hits di kalangan anak muda—maupun penggemar kopi—di Jambi. Kedainya memiliki konsep modern, kontemporer dan trendi. Dilengkapi dengan pencahayaan yang hangat dan tampilan interior yang sedikit bergaya industrial menjadikan kedai ini tampak seperti kafe-kafe khas kota besar.

Bar berisi “perlengkapan perang”.
Bagian dalam di lantai satu.
Slow bar.

Di bagian bar tersedia perangkat lengkap yang (cukup garang) untuk memenuhi kebutuhan kedainya. Mereka menggunakan mesin espresso La Marzocco GB5 yang selama ini dikenal superior untuk mengendalikan suhu, sementara grinder untuk espresso mereka memakai Nuova Simonelli Mythos One dan V60 electric grinder untuk kebutuhan seduh manual. Sungguh sebuah investasi yang tidak main-main dan seolah sebuah statement bahwa mereka benar-benar serius untuk urusan membuat kopi.

Di bagian ujung, tepat di sebelahnya adalah slow bar, untuk menyiapkan manual brew. Area ini terlihat seperti zona khusus yang diberi perhatian tersendiri, ada backdrop yang menjelaskan sekelumit tentang specialty coffee di belakangnya. Lengkap dengan infografis yang menjelaskan berbagai menu yang akrab didengar di era third wave. Barangkali ini sekaligus upaya mereka untuk mengedukasi pelanggan awam yang datang ke kedainya.

Karena lantai satu telah dipenuhi cukup banyak pelanggan, saya yang mengunjungi kedai ini bersama para sepupu asli Jambi memilih duduk di lantai atas saja. Ternyata lantai atasnya cukup lapang dan sudah ada banyak tamu pula di sana. Lantai dua kedai ini terbagi menjadi dua zona terpisah, yaitu area smoking dan non-smoking, yang keduanya juga terlihat nyaman.

Mocha Vietnam coffee.
Zona smoking di lantai dua.
Cafe latte. (Foto dokumentasi Simon & Sons).

Saya memesan beberapa menu kopi karena penasaran. Harganya sebetulnya masih affordable di kantong—terutama jika mengingat perlengkapan mesin dan alat yang mereka gunakan. Menu-menu espresso based umumnya dibandrol di bawah 30k. Kami memesan antara lain caffe mocha (29k), café latte yang rasanya bisa dipilih apakah vanilla/hazelnut/coconut (29k) dan mocha Vietnam coffee (29k). uniknya, mocha Vietnam coffee hadir dalam kemasan botol ready to drink, barangkali sekalian untuk mereka yang ingin membawa minuman ini untuk takeaway.

Selain kopi, Simon & Sons juga terkenal akan bakery, kue-kue tradisional/modern, dan menu makanan Indonesia-nya. Karena datangnya sudah malam dan sedang lapar, kami memesan makanan saja, dan ternyata rasanya memuaskan. Perut kenyang, hati bahagia. Entah karena emang udah lapar ya. Hahaha.

Secara keseluruhan, kedai ini tampaknya memang didesain untuk memberi kenyamanan bagi para tamunya. Suasananya yang cozy cocok buat tempat nongkrong, ngopi, atau makan sambil bercengkerama lama-lama.

 

Simon & Sons Jambi

Jl. Gajah Mada No.1, Jelutung, Kota Jambi, Jambi 36124
Jam buka: Setiap hari, 8 am – 9.30 pm

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.