SPECIALITY ROBUSTA JUGA PUNYA POTENSI JUAL

Jika kita pergi ke kedai kopi sekarang, pasti sudah sangat familiar dengan yang namanya kopi speciality, namun yang paling terkenal pastinya speciality arabika, pernahkah mendengar speciality robusta, atau jangan-jangan pernah merasakan secangkir kopi speciality robusta.

Sebagai penikmat kopi pastinya sudah paham kopi seperti apa yang banyak orang cari, kopi yang bagaimana yang sering orang minum, dan jawabannya tentu kopi arabika. Tapi jangan salah, kopi robusta juga ada pecintanya loh, bukan berarti mereka tidak mengerti bahwa kopi di dunia ini ada 2 jenis robusta dan arabika, namun mereka lebih memilih robusta, mungkin karena kebiasaan atau karena rasanya sudah familiar jika ditambahkan susu. Yep, kopi robusta sudahlah pasti lebih nikmat jika ditambahkan susu, bahkan orang-orang tua kita sekarang masih sangat nyaman dengan kopi susu, walaupun arabika yang disajikan pasti harus ditambahkan susu. Dengan karakter robusta yang memiliki body yang pekat, susu menjadi pasangan yang menarik, sehingga ketika diminum lidah akan dimanjakan dengan paduan rasa pekat dan manis dari susu, tentunya terbayangkan bagaimana rasanya kan?

Tapi, karena umumnya kedai kopi selalu mengkoleksi ragam speciality arabika banyak yang beranggapan bahwa robusta tidak ada nilai jual, bahkan para petani pun beranggapan demikian. Sehingga mereka petani kopi di lahan tanam yang rendah dan hanya bisa ditanami robusta, tidak terlalu memperhatikan tanaman kopi robusta. Bahkan cara petik buah kopinya serampangan, tidak sedikit juga terikut ranting-ranting pohon, dan kemudian ikut terproses ke tahapan selanjutnya, apakah itu pencucian atau pun penjemuran buah kopi.

credit: pinterest

ADA APA DENGAN ROBUSTA?
Di Indonesia sendiri masih banyak yang menaruh harapan pada kopi robusta terbukti di beberapa daerah penghasil kopi menjadikan kopi robusta sebagai oleh-oleh khas daerahnya. Namun yang pasti bubuk kopi robusta ini dijual kepada mereka para penikmat kopi susu tentunya, maka sudah jelas robusta tetap memiliki pasar yang menjanjikan. Sama kita ketahui bahwa robusta memberikan kontribusi sekitar 35% kebutuhan kopi dunia, dan paling banyak digunakan untuk kebutuhan komersil dan juga untuk racikan kopi instan. Berbeda dengan speciality arabika yang langsung diseduh, kebanyakan kopi robusta mengalami mixing terlebih dahulu apakah itu dengan gula atau pun dengan susu barulah nikmat. Lalu apakah ada peluang untuk speciality robusta memikat pasar robusta sekarang ini?

APA BEDANYA SPECIALITY ROBUSTA?
Bukan perkara muda untuk mengubah kebiasaan petani kopi robusta menjadi produsen speciality robusta, padahal dengan mengubah kebiasaan pengelolahan budi daya tanaman, robusta memiliki peluang untuk semakin dimengerti pasar. Untuk para barista yang mencari karakter houseblend espresso mereka, pasti memerlukan robusta sebagai bahan racikannya, sebab ada beberapa karakter rasa yang arabika tidak mampu untuk membangkitkan rasa otentik dari espresso. Malahan beberapa ahli berpendapat, bahwa penanganan yang buruk pada robustalah yang menyebabkan karakter rasa robusta menjadi tidak menarik.

credit: bettrbarista.com

Robusta memang tidak memiliki karakter rasa yang kompleks seperti arabika, tapi robusta mampu membangkitkan karakter rasa yang arabika tidak mampu ketika dicampur dengan bahan minuman lain seperti sirup, atau pun susu untuk sajian cappuccino. Bahkan, di beberapa negara sudah serius membangkitkan potensi dari produksi robusta mereka, dengan adanya program kompetisi speciality robusta seperti di Ekuador dan juga program-program pelatihan Q-Robusta untuk menentukan kualitas robusta.

BAGAIMANA PROYEKSI TANAM KOPI ROBUSTA?
Bukan menjadi rahasia lagi bahwa tanaman kopi robusta lebih kuat daya tahan terhadap hama penyakit dibandingkan tanaman kopi arabika. Hal ini sangat menguntungkan petani dari segi pengelolahan, tidak seperti tanaman kopi arabika yang butuh biaya lebih penanganannya. Namun tantangannya adalah jangka waktu penyimpanan biji kopi robusta tidak sebaik jangka waktu penyimpanan kopi arabika, mungkin ini disebabkan suhu sekitar dari penyimpanan. Yang menjadi tantangan lainnya, masih sedikit bantuan program edukasi ke petani kopi robusta baik itu independen maupun organisasi milik pemerintah, karena masih banyak yang mengira bahwa robusta tidak memiliki potensi nilai jual yang tinggi. Walau pun demikian, saya pribadi percaya bahwa ada saatnya di mana robusta menjadi perhatian seluruh masyarakat kopi dunia.

src: baristamagazine img: shutterstock

5 Comments
  1. Sebenarnya robusta pun punya nilai jual yg bagus. Asal penanganannya tepat. Bahkan di kalangan pinggiran dimana mindset orang ttg ngopi itu harus pahit,robusta bs mjd celah penjualan bagi kedai kedai.Tinggal bagaimana caranya utk mendapatkan robusta yg baik ya kita harus aktif juga utk mendampingi petani. Warung kopi saya malah bukan hanya menjual robusta hasil petani Lawu dan Pati, tp juga menjual Liberika yang notabene masih terdengar aneh utk umum.

  2. Menarik sekali bahasan tentang kopi..Mindset tentang kopi memang harus banyak di ketahui oleh publik agar kita bisa lebih memahami lebih banyak.
    Kebetulan saya juga lagi belajar tentang bisnis kopi yang meski produk itu milik teman namun saya sangat antusias dalam menjalankannya.
    Salam hangat.

  3. Kopi Robusta Temanggung sdh lama jadi trademark kopi Temanggung sebelum Arabicanya naik daun…bahkan jadi andalan ekspor kopi temanggung k eropa maupun jepang….aroma coklat, vanili serta gula aren terasa dlm pekatnya kopi Robusta….

  4. Saya petani kopi robusta di bogor,yg menjadi kendala di kami penyerapan hasil panen yg tidak sebanyak arabica,padahal kami sudah mengolah secara finerobusta

  5. Saya punya produk kopi Robusta yang ditanam di daerah buki Lemukih, kecamatan Sawan, kabupaten Buleleng, Bali.

    Bila ingin menikmari cita rasa kopi Bali asli, maka kopi Robusta dari Lemukih ini amat patut untuk dicoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.