TAHUKAH KAMU BAHWA KOPI PERNAH DISEBUT SEBAGAI MINUMAN IBLIS?

Jauh sebelum kedai-kedai kopi berdiri di mana-mana, ada sebuah cerita pada abad ke-16 yang mengisahkan bahwa kopi adalah the devil’s drink. 

SIAPA yang menyangka bahwa minuman yang kita nikmati sepenuh hati dan dipercaya membawa kebaikan serta keajaiban dahulunya pernah begitu dikutuk. Meskipun beberapa orang percaya bahwa kisah ini mungkin hanya sebuah legenda, tetapi cerita tentang kopi yang disebut sebagai ‘minuman iblis’ ini menjadi kisah menarik yang sepertinya harus kami bagi.

Pada abad ke-16 kopi pernah begitu popular dan digila-gilai di Kekaisaran Ottoman. Hampir semua orang yang hidup di kekaisaran itu sangat menggila-gilai kopi sampai-sampai sang kaisar besar Sultan Murad IV ingin membuat kopi sebagai sebuah produk ilegal agar tak banyak orang yang kecanduan. Bahkan sangkin luar biasanya, hukuman pancung dan penggak kepala yang diberlakukan bagi peminum kopi tak bisa mencegah orang-orang itu dari kecanduan kopi.

credit: travelandleisure.com

Obsesi Kekaisaran Ottoman yang juga merupakan mayoritas pemeluk agama Islam terhadap kopi merambat beritanya hingga ke umat Katolik di Eropa. Dan pada saat perdagangan Eropa dan Arab dibuka pada abad ke-16 dan 17 dan menjadikan Venesia sebagai gerbang utamanya kopi diperkenalkan di seluruh Venesia dan Roma.

Paus Clement VIII yang merupakan pemimpin Katolik saat itu ditekan oleh para penasihatnya untuk mengecam keberadaan dan penyebaran kopi karena dinilai berhubungan dengan Islam. Mengingat banyak orang di Roma dan Venesia mulai tertarik dengan kopi. Para penasihat paus menjuliki kopi sebagai ‘minuman iblis’. Karena mereka menganggap penyebaran kopi akan memicu penyebaran Islam di Eropa.

credit: unsplash.com

Paus Clement VIII adalah sebuah paus yang bijak dan tidak mau tergesa-gesa menuduh kehadiran kopi ini. Paus Clement VIII mencoba secangkir kopi dan setelah dia menikmatinya sendiri dia berkata “minuman iblis ini sangat nikmat. Sehingga sayang jika dibiarkan orang-orang kafir saja yang eksklusif menikmatinya”.

Setelah Paus Clement VIII mencoba kopi dia memutuskan untuk memberkati biji kopi ini dan mengatakan kopi lebih baik dari alkohol. Kemudian dengan restunya dia membiarkan kopi dinikmati gratis oleh semua pemeluk katolik.

 

Artikel disunting dari historyhustle.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments
  1. Cerita yang menarik, tetapi sepertinya perlu di edit lagi, misalnya: “sebuah paus” untuk menyebut “seorang Paus” dan juga tidak mungkin Paus membuat kopi yang tadinya direkomendasikan untuk dilarang, malah dijadikan “gratis”…. dugaan saya seharusnya diterjemahkan sebagai “membiarkan kopi bebas dinikmati oleh semua pemeluk Katolik”

Leave a Reply to Mel Cancel reply

Your email address will not be published.