TAK ADA SETERU DI ANTARA KOPI DAN TEH

Untuk beberapa orang, kopi dan teh adalah dua hal yang bertentangan, saling seteru dan tak bisa seiring sejalan.

SEORANG teman memproklamirkan dirinya sebagai penikmat kopi, anti-teh dan secara hardcore dan terang-terangan membenci teh dan seluk-beluknya. Di sisi lain, seorang kerabat dekat mengatakan teh adalah seteguk damai dan tidak bisa disamakan dengan kopi yang identik dengan energi meluap-luap, aktif dan grasak-grusuk. Untuknya teh adalah nikmat yang santai. Hal-hal istimewa yang tak ada pada kopi. Namun benarkan teh dan kopi tak bisa bersama? Dan seseorang harus memilih teh atau kopi saja? Tak boleh dua-duanya.

Saya menikmati kopi sampai ke darah daging. Melakukan biji hitam ini secara istimewa. Menggali ilmunya, mencari-cari resep terbaiknya. Namun, saya juga menikmati teh. Menyesap kebaikannya dalam rasa yang unik, mengagumi prosesnya yang tak kalah seru. Saya mencintai kopi, menyukai teh dan jika disuruh memilih mana lebih baik saya belum mampu.

Tapi tak hanya pendapat saya yang mengatakan bahwa teh dan kopi bisa dinikmati dengan kadar yang sama. Jauh sebelum kopi dan teh diagung-agungkan seperti sekarang, kedua tanaman ini sudah ‘hidup’ bersama, berdampingan tumbuh di semesta. Di Viet Nam, jika kamu memesan secangkir kopi tradisionalnya, maka kopimu akan datang bersama secangkir teh tawar yang rasanya ringan. Mereka percaya bahwa meneguk teh setelah kopi mampu ‘membersihkan’ mulut dan mengurangi dehidrasi.

Perihal kopi dan teh ‘hidup’ bersama saya temukan juga waktu melakukan single origin trip ke Pin Laung, Provinsi, Shan, Myanmar. Saya cukup takjub melihat pohon-pohon kopi di tanam bersebelahan dengan tanaman teh di dalam satu ladang. Bahkan kualitas teh dan kopinya sama-sama berkualitas baik. Tidak ada yang lebih unggul, keduanya bertumbuh dengan sempurna di asuh alam semesta. Jadi jika teh dan kopi saja bisa tumbuh bersama-sama, siapa kita berseteru tentang kopi dan teh perihal yang lebih unggul?

Tak selesai dengan Viet Nam dan Myanmar, di Tiongkok, Hong Kong dan beberapa negara dengan budaya Peranakan yang tinggi teh dan kopi malah hadir dalam satu menu. YinYang atau YuenYeung adalah minuman campuran kopi dan teh yang sudah lama dinikmati sejak turun-temurun di sana. Tak ada yang berdebat soal kopi dan teh karena budaya mereka justru menggabungkan keduanya tanpa banyak kelahi.

Jadi siapapun kamu, pecinta teh atau penikmat kopi, semoga masih bisa mengapresiasi keduanya tanpa perseteruan yang berarti.

Foto utama dari wallpaper web.org

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.