TAK SENGAJA BERTEMU FUGLEN TOKYO

Bicara soal Shibuya Jepang, yang terbayangkan pastilah suasana riuh tempat manusia tumpah ruah dari seluruh penjuru dunia. Selain riuh itu, Shibuya juga menyimpan beberapa kedai kopi, salah satunya Fuglen Tokyo.

MESKI Tokyo bukanlah kota yang membuat saya betah berlama-lama jalan-jalan di sana, tapi tak bisa saya pungkiri bahwa Tokyo selalu mampu menyimpan berbagai cerita. Salah satu cerita itu tentulah seputar kedai kopi yang secara luar biasa menyebar di seluruh penjuru. Salah satu kedai kopi yang saya singgahi dan tak jauh lokasinya dari Shibuya Tokyo adalah Fuglen Tokyo.

Tak ada niat sama sekali awalnya ingin menyambangi Fuglen Tokyo ini mengingat saya dan teman-teman sudah banyak sekali minum kopi. Kami memutuskan mengitari Shibuya sambil mencuri-curi beragam foto manusia yang menarik untuk diabadikan. Yah, Shibuya memang tempat yang asyik untuk menyalurkan hobi street photography.

Sedang asyik-asyiknya berjalan kaki, mungkin sekitar 15 menit dari Shibuya, teman saya melihat sebuah kedai kopi yang ramai didatangi orang-orang. Di luar banyak orang duduk dan menikmati kopinya sambil ngobrol. Setelah kami dekati ternyata itu adalah Fuglen Tokyo yang terkenal itu. Karena sudah di Fuglen meski awalnya tak niat ngopi akhirnya menyerah juga. Ha-ha-ha.

Fuglen Tokyo sedang ramai-ramainya. Di dalam dan di luar kedai ramainya seimbang. Mesin Espresso Slayer 2 Group yang dikostum dengan logo Fuglen pun tampaknya bekerja cukup keras melayani pelanggan. Diiringi dengan bunyi automatic grinder Mazzer Robur Black yang terus menerus ‘bernyanyi’ kami memutuskan untuk ikutan antri.

Kali ini kami tidak memesan menu espresso base. Tapi tergiur mencoba filter coffee dari single origin Ethiopia Agaro yang diseduh dengan Kalita Wave. Filter coffee yang dibandrol seharga ¥620 ini rasanya segar juga. Cupping notes orange yang berselang-seling di lidah dengan hints buah peach begitu kentara. Pilihan yang tepat tampaknya!

Sambil menikmati kopi ini saya menikmati kedai yang seluruh interiornya hampir terbuat dari kayu. Di coffee bar juga barista tampak begitu ramah dan berbahagia meski pelanggan datang tak henti-henti. Oh iya, di coffee bar-nya banyak koleksi bir dan katanya juga diimpor dari Oslo Norwegia. Tapi karena masih siang saya tak berniat ngebir. Jadi ya hanya dipandang-pandang saja. Ha-ha-ha.

Di sini banyak juga yang beli biji kopi. Jadi saya pun tergiur membeli biji kopi Ethiopia dan Kenya masing-masing satu bungkus dengan harga ¥1880 dan ¥2060 untuk 200 gram. Tak hanya biji kopi tersebut yang dijual ada juga Honduras, Brazil dan beberapa bir yang juga bisa dibawa pulang.

Fuglen Tokyo ini adalah tipe kedai kopi kecil yang nyaman dan menyenangkan jika tidak terlalu ramai seperti ini. Saya pun sebenarnya ingin sekali ngopi di coffee bar-nya sambil ngobrol dengan sang barista. Tapi karena barnya juga penuh ya niat itu harus diurungkan. So far, Fuglen Tokyo memberi kesan menyenangkan dan kalau diberi waktu kembali ke Tokyo, saya mau mampir sekali lagi.

Fuglen Tokyo

Tomigaya 1-16-11, Shibuya-ku, Tokyo, Jepang

Jam Buka : 

Day life / coffee bar:
Mon-Fri: 08:00-19:00
Sat-Sun: 10:00-19:00

Night life / cocktails:
Wed: 19:00-00:00
Thu: 19:00-01:00
Fri-Sat: 19:00-02:00
Sun: 19:00-00:00

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.