TANAH YANG SEHAT UNTUK TANAMAN KOPI

Masalah yang kerap timbul di era industri kopi sekarang ini, terletak pada krisis lahan tanam khususnya untuk tanaman kopi dan juga permasalahan ketahanan tanaman kopi terhadap iklim dan wabah penyakit, yang tentunya hal ini berkaitan dengan pengaruh jumlah panen buah kopi. Beruntunglah kita masih bisa minum kopi yang nikmat hari ini.

MUNGKIN hampir di tiap kesempatan, para pecinta kopi tidak pernah menjadi bosan untuk saling bertukar cerita perihal kopi dan seluk-beluk tentang tanaman kopi. Dari mulai bagaimana cara menyeduh kopi, obrolan tentang alat-alat kopi, hingga bahasan-bahasan lebih mendalam seperti kandungan apa saja yang terdapat pada secangkir kopi, bagaimana karakter rasa kopi bisa terbentuk, dan bahasan lainnya. Bahkan di tengah obrolan tidak jarang muncul kekhawatiran, bagaimana kalau pasokan kopi dunia berkurang sementara kebutuhan akan kopi terus meningkat.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut memanglah tugas bersama, jika pun tak sanggup karena sebagian dari kita bukan seorang praktisi hanya seorang penikmat kopi, mungkin yang sederhana adalah menghargai tiap cangkir kopi hari ini, menikmatinya dengan hikmat. Kekhawatiran keberlangsungan tanaman kopi mungkin bukan isu baru lagi, bahkan hal ini di beberapa negara produsen kopi sudah menerapkan solusi-solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Misalkan saja, seperti lembaga World Coffee Research yang berupaya untuk menjaga keberlangsungan tanaman kopi dengan mempelajari karakteristik benih kopi. Dengan apa yang dicapai oleh tim World Coffee Research hingga saat ini, bukan tidak mungkin tanaman kopi masih tetap tumbuh di tengah ancaman iklim yang berubah drastis.

Selain dengan mempelajari karakter benih kopi, ternyata tanah di mana tanaman kopi tumbuh juga memberikan distribusi besar untuk perkembangan tanaman dan sudah pasti berdampak baik pada keberlangsungan dari tanaman kopi itu sendiri. Sebagai petani kopi sudah pasti akrab dengan tanah yang baik untuk ditanam, bagi kita penikmat kopi mungkin ini adalah hal baru untuk menambah wawasan mengenai tanaman kopi. Ternyata karakteristik tanah berbeda-beda, di sebagian negara produsen seperti di India cenderung menggunakan lahan tanaman kopi dengan kompisisi tanah seperti tanah liat. Dari tanah ini sangat khas berwarna merah kecoklatan dengan kelembapan tanah yang ideal serta memiliki kandungan berbagai jumlah bahan organik, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya.

credit: coffeeland

Memahami karakteristik tanah sebagai lahan yang dapat berkembang ini penting, agar manajemen penanaman kedepannya teliti dan berhati-hati karena dari pengelolahan tanaman juga bisa berimbas bagi kesehatan tanah itu sendiri. Tanah memiliki beberapa komponen mineral, bahan organik, udara dan kandungan air, proporsi tentunya bervariasi dalam satu lahan dengan lahan lainnya tergantung tanaman yang tumbuh. Melihat hal ini, kesimpulan sederhananya bahwa tanah yang sehat pastilah akan menghasilkan panen buah kopi yang berkualitas, hanya saja tanah yang semula sehat ternyata bisa menjadi buruk jika sejalan pengelolahan tanamannya tidak baik.

Namun bukan berarti tanah yang semula sehat akan menjadi buruk sebab praktik pertanian. Di acara The 2018 Natural Products Expo West baru ini, sekitar 85.000 yang ikut dan sepanjang acara berlangsung yang menjadi pokok pembicaraan adalah produk pertanian regeneratif. Ternyata beberapa komoditas yang dipamerkan di pameran ini, menerapkan praktik pertanian yang dapat menjaga dan mengembangkan tanah lahan tanam mereka, membuat tanah lebih sehat daripada sebelumnya. Walaupun secara jelas tidak digambarkan bagaimana mekanisme dari praktik pertanian tersebut, namun sekilas rahasianya penerapannya melalui sistem pertanian tanah pertama tanam.

Jika praktik pertanian ini diterapkan oleh petani kopi di hampir seluruh negara produsen kopi, mungkin kekhawatiran akan berkurangnya pasokan buah kopi dunia tidak akan muncul lagi di tengah obrolan minum kopi.

src: dailycoffeenews.com ecofriendlycoffee.org img: sunshowercoffee

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.