TENTANG KUTU SERANGGA YANG MERUSAK BUAH KOPI

Tidak hanya petani kopi Indonesia saja, hampir tiap negara mengalami ancaman kutu serangga yang menggelisahkan para petani karena dapat mengurangi jumlah panen yang seharusnya. Kutu serangga yang merusak buah kopi ini lebih sering dikenal dengan istilah Coffee Berry Borer.

MUNGKIN akan sulit untuk melihat buah kopi seperti apa yang telah terjangkit oleh hama kutu serangga, karena jika dilihat sekilas untuk buah kopi masih dalam keadaan normal seperti buah kopi yang lainnya. Namun ketika beberapa hari buah kopi akan menghitam, karena nutrisi dari akar tanaman tidak sepenuhnya masuk ke buah kopi karena ada kutu serangga di dalamnya. Pada umumnya akan ada lubang kecil pada buah kopi yang menjadi jalur masuk kutu serangga, lubang kecil ini digerek/digigiti oleh kutu serangga agar dapat masuk ke biji kopi.

Kutu serangga yang berukuran sekitar 2 milimeter ini akan mencari buah kopi yang merah dan hampir siap dipanen untuk menjadi sarangnya beberapa hari. Ketika kutu serangga masuk ke dalam buah kopi, maka seterusnya betina dari serangga ini meletakkan banyak telur di dalam biji kopi. Telur – telur itu akan menetas menjadi larva dan biji kopi tersebut menjadi makanan larva hingga dewasa di dalam buah kopi. Jika kurangnya perhatian merawat tanaman kopi, ketika banyak kutu serangga yang sudah dewasa tadi, maka akan mencari buah kopi baru menyebar ke buah kopi lainnya dan ini sangat merugikan.

Banyak peneliti yang mengeidentifikasi masalah ini untuk mencari solusi mengatasi hama kutu serangga yang merusak buah kopi. Dari lembaga penelitian independen ataupun lembaga milik pemerintah, sering mengadakan penelitian untuk membuat tanaman kopi tahan akan hama kutu serangga, tidak sedikit juga yang mengalami kebuntuan. Karena kutu serangga, dari tahun ke tahun seperti berevolusi dan menjadi kebal terhadap beberapa jenis pestisida tradisional. Umumnya, kutu serangga ini muncul karena tidak stabilnya iklim di lahan tanaman kopi tersebut. Perubahan iklim ini memicu datangnya kutu serangga, dan berkembang biak pada buah kopi yang menjadi sarangnya.

credit: wikimedia image

Beberapa petani kopi tradisional menganggap lubang yang disebabkan kutu serangga ini terbilang wajar, dan tidak sedikit ditemukan pada green bean yang siap dijual kepada roastery atau pada pelaku kopi lainnya. Namun, pada industri minuman kopi sekarang ini, hal yang demikian pastinya akan mengurangi kualias kopi. Maka dari itu perlu ketelitian ketika panen dan juga ketika memisahkan green bean yang cacat.

Berdasarkan penelitian, isu perubahan iklim yang tidak dapat dihindari dari tahun ke tahun menguntungkan invasi hama kutu serangga ini, yang semula tidak bisa menjangkau wilayah dingin kini kutu serangga dapat menjangkaunya. Jurnal penelitian di tahun 2001 terkait hal ini, menjelaskan bahwa lahan tanaman kopi di atas 1500m masih terbilang aman. Namun dengan proyeksi perubahan iklim, batas aman itu dapat bergeser di ketinggian lahan 1600m hingga 1800m.

Kasus kutu serangga yang menyerang tanaman kopi di Hawaii mengantarkan para peneliti menemukan metode baru untuk mengatasi hama kutu serangga ini, tidak hanya melakukan penyemprotan pestisida tapi juga harus melakukan managemen pada pohon kopi secara teliti.

Sekilas informasi tentang hama kutu serangga yang menjadi ancaman para petani kopi, semoga kita lebih menghargai secangkir kopi hari ini, makmurlah petani kopi.

src: scanews.coffee journalistsresource.org img: mondulcity.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.