TENTANG PENYARING KOPI ECO-FRIENDLY

Bumi semakin panas, iklim tak menentu, semesta yang mulai ingin diperhatikan. Ya, hal-hal semacam ini membuat kita mulai melirik gaya hidup eco-friendly. Pun dalam urusan ngopi.

NAMUN, apakah benar kita bisa meninggalkan ketidak-eco-friendly-an hidup ini? Lalu berangsur menggalakkan menjalankan hidup zerowasting yang sedikit banyak dibutuhkan bumi? Sebelum melebar kemana-mana, marilah kita kerucutkan saja hal ini pada urusan ngopi kita. Setiap pagi kita sudah berkontribusi akan satu dua hal yang dibuang: ampas kopi dan paper filter. 

Tenang! Jangan panik dulu. Ternyata ampas kopi bisa ‘didaur ulang’ menjadi banyak hal. Pewangi ruangan, body scrub atau apapun. Pun sama halnya dengan paper filter yang bahkan sekarang dipakai lebih dari sekali. Lalu bagaimana jika terlalu malas berkarya dengan dua hal ini? Chill. Karena kabar baiknya dua hal ini bisa dilebur menjadi kompos. Composting ternyata menyebutkan bahwa ampas kopi dan paper filter bisa diurai oleh tanah dan mikroorganisme lain. Jadi kita selamat dan tak perlu bercerai dengan paper filterYay!

Namun jika ingin lebih eco, sebaiknya menggunakan filter yang bisa dipakai berkali-kali. Seperti cloth filter yaitu penyaring kopi yang terbuat dari kain khusus yang sudah digunakan sejak lama oleh para leluhur. Dan jika ingin rasa yang lebih body dengan aroma yang ‘unik’, ada metal filter yang diluncurkan berbagai brand besar di industri kopi. Dua penyaring kopi ini adalah solusi untuk tidak ‘membuang’ coffee filter. Meski beberapa orang berkeberatan dengan harganya yang tak murah (khususnya metal filter), namun ini adalah investasi jangka panjang yang cukup worth it. 

Lalu bagaimana jika benar-benar tidak bisa ‘bercerai’ dari paper filter dan malas melakukan daur ulang beserta composting-nya? Maka saya sarankan menggunakan paper filter berwarna cokelat atau disebut juga dengan unbleached paper filter. Meski aroma kertasnya lebih tajam ketimbang yang bleached paper filter, namun proses produksinya tidak menggunakan pemutih (yang aman untuk kopi) dan hal-hal lain yang terlibat.

Tapi pikirlah dua kali dengan solusi reusable filter coffee tadi karena bagaimana pun paper filter itu datang bersama kotak dan plastik pembungkus yang lagi-lagi bisa menumpuk sampah di sana-sini. Atau jangan-jangan kita mulai kembali ke french press saja?

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.