Asia Cafe & Travel International

TERJEBAK SECARA MAGIS DI NARROW MARROW

magis


Sebagai pecinta kopi yang gemar jatuh cinta berkali-kali, saya punya beragam kisah cinta perihal kedai kopi. Di Narrow Marrow Penang saya ‘jatuh’ dan ‘terjebak’ begitu magis. Bagaikan tersesat di sebuah galeri kehidupan dan tak ingin diselamatkan. 

Selamat datang di Narrow Marrow!

Selamat datang di Narrow Marrow!

SEBELUM mampir ke Narrow Marrow, saya sudah mendengar coffee shop nyentrik ini dari seorang sahabat yang sudah lebih dulu berkunjung ke sini. Saat bercerita tentang kedai kopi ini sepasang matanya yang bulat tiba-tiba mekar menyala-nyala. Apa kiranya hebatnya tempat yang satu ini? Apakah sahabat saya ini terlampau berlebihan atau sedang kelebihan kandungan kafein. Entahlah. Tapi berdasarkan kisahnya, rasa penasaran saya pun tumbuh. Dan kemarin waktu ‘main’ ke Penang, saya berjanji pada diri sendiri harus ngopi di Narrow Marrow.

Alvin, co-founder Narrow Marrow

Alvin, co-founder Narrow Marrow

Antik yang cantik!

Antik yang cantik!

Tempat kopi yang ajaib ternyata harus melewati rintangan yang ajaib juga. Berdasarkan petunjuk GPS ternyata si Narrow Marrow ini tak terlalu jauh lokasinya dari hotel tempat saya menginap. Minggu pagi saya dan sahabat saya berniat mampir ke sana. Sayang seribu sayang saya tidak menemukan coffee shop yang dituju. Menurut peta kami berjalan terlampau jauh. Setelah bertanya ke sana kemari ditemukanlah sebuah ruko khas peranakan dengan pintu tertutup. Ya, pukul 11.30 Narrow Marrow belum buka. Kedai kopi macam apa ini?

 

Jamie, co-founder Narrow Marrow merangkap barista sedang meracik kopi.

Jamie, co-founder Narrow Marrow merangkap barista sedang meracik kopi.

Tak mau menyerah, kami kembali lagi pada pukul dua siang. Dengan hati berdebar akhirnya kedai kopi ini sudah buka dan sudah ada sedikit kesibukan di sana. Ternyata kedai kopi ini hanya buka selama akhir pekan saja dan itupun pukul dua siang. Tak ada papan nama, tak ada tanda-tanda. Di luar ada kursi dan meja berjejer yang menandakan kedai kopi ini ‘hidup’ dan ‘menyala’.

Rustic charm!

Rustic charm!

Memasuki kedai kami disambut oleh sepasang manusia yang dari gerak-geriknya pastilah pemilik dari Narrow Marrow. Sang laki-laki berambut gondrong dan sang perempuan berambut cepak. Sungguh menarik sekali. Saat kami mampir kedai hanya berisi dua tamu. Masih sunyi dan menyenangkan. Alvin dan Jamie pemilik Narrow Marrow menyambut dengan senyum ramah. Seketika menebar perasaan nyaman bagi kami para tamunya. Tak ada pelayan lain di sini, hanya sepasang manusia ini yang menjadi jantung kedai kopinya.

Secangkir kopi untuk saya yang baik hati.

Secangkir kopi untuk saya yang baik hati.

Sebelum memesan kopi, mata saya sudah banyak menangkap banyak sekali hal menarik di Narrow Marrow. Tempat ini bukanlah kedai kopi biasa. Tempat ini adalah galeri menarik yang berisi beragam benda bertumpuk-tumpuk di sengaja tapi indah dan bernilai seni tinggi. Segalanya terasa begitu berantakan tetapi menarik dalam satu pandangan. Di bagian depan, dekat coffee bar ada sebuah koper antik yang ditumpuk-tumpuk, ada congkak raksasa, ada aneka poster dan lukisan,a ada creepy baby dolls yang tergetak mesra. Semua benda ini sama sekali tak ada hubungan satu sama lain, tapi di Narrow Marrow semuanya menyatu layaknya harmoni paling asik di semesta.

Outdoor area of Narrow Marrow!

Outdoor area of Narrow Marrow!

Coffee shop ini tidak begitu luas dan berbentuk memanjang ke belakang. Di belakang ada rak buku yang penuh aneka buku-buku menarik. Di salah satu meja ada aneka permainan yang bisa dimainkan. Saya lalu penasaran dengan semua benda yang ada di sini. Sebelum bertanya pada Jamie sang owner, sahabat saya memberi kode bahwa kami harus memesan sesuatu. Maklum saya terlalu terpukau dengan tempat ini.

Rak buku yang menjadi salah satu hal favorit saya di sini.

Rak buku yang menjadi salah satu hal favorit saya di sini.

Mesin espresso yang baru dipanaskan pun mencipta kopi. Saya memesan secangkir hot cappuccino dan sahabat saya memesan secangkir café latte. Karena ngopi tak lengkap jika tanpa camilan, sepotong cheese cake pun menemani kami. “Oh my, this is a real cheese cake,” kata sahabat saya sambil senyum bahagia. Saya tidak mengerti maksudnya real cheese cake, mungkin rasanya mirip negeri asalnya di Amerika Serikat sana kali ya.

Another interesting corner.

Another interesting corner.

Sambil menikmati kopi dan cheese cake, Jamie Oon menghampiri kami. Dan dari dialah saya tahu bahwa awalnya mereka tidak berniat membuka kedai kopi. Mengingat dia adalah desainer dan Alvin adalah arsitek dan mereka berdua cukup sibuk. Berkat dukungan dan bujukan teman-teman mereka, dibukalah Narrow Marrow yang sekaligus menjadi basecame dan tempat ngumpul. Kedai kopi ini pun hanya buka di akhir pekan saja mengingat sepanjang weekday pemiliknya sibuk bekerja. Oh iya, di lantai dua adalah tempat tinggal Jamie dan Alvin sekaligus kantor mereka. Oleh karena itu, Narrow Marrow yang beroperasi sebagai kafe hanya di bagian lantai satu saja.

Single origin yang digunakan di Narrow Marrow.

Single origin yang digunakan di Narrow Marrow.

Kebahagiaan dalam satu meja.

Kebahagiaan dalam satu meja.

Sangkin ajaibnya Narrow Marrow ini, saya tak henti-henti terkesima dengan segala macam barang-barang yang menghiasi kedai kopi ini. Kata Jamie, kebanyakan dari furnitur dan hiasan di kafenya ini merupakan barang loak yang dia temukan di jalan. Ada yang sudah dibuang orang dan ada pula yang mereka beli dari pasar loak. Untuk dekorasi dan interiror kafenya Alvin menambahkan mereka tidak terlalu banyak melakukan renovasi dan penambahan sana-sini. Semuanya terjadi begitu saja. Gedung yang ditempati ini sudah sedemikian rustic dengan sentuhan khas Penang yang tak bisa dipisahkan. Sungguh artsy dan berciri.

Si seksi cappuccino!

Si seksi cappuccino!

Homa made syrup of Narrow Marrow.

Homa made syrup of Narrow Marrow.

Berada di Narrow Marrow seperti terjebak di suatu tempat yang begitu asing dan asik dalam satu sensasi. Tak hanya asik secara tempat dan kagum pada interior yang ada, Narrow Marrow juga dikemudikan oleh dua orang menyenangkan yang rela bercakap-cakap dengan pelanggannya. Inilah inti dari kedai kopi: percakapan dan kenyamanan. Tak hanya kopi saja, kedai kopi harus memerhatikan banyak aspek lain yang membangun harmoni menyenangkan. Narrow Marrow berhasil membuat saya tak ingin pulang. Dan untuk pertama kalinya saya merasakan ‘dijebak’ tapi menyenangkan.

Terima kasih untuk ngobrol serunya, Jamie!

Terima kasih untuk ngobrol serunya, Jamie!

 

Narrow Marrow

252, Lebuh Carnarvon, George Town,
10100 George Town,
Pulau Pinang, Malaysia
Buka : Jumat – Minggu Jam 14.00 – 01.00
PAKET CAFE

 

 

 

 

5,472 total views, 3 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply