TIDAK SEMUA KEDAI KOPI COCOK UNTUKMU

Setelah berkeliling banyak kedai kopi, akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa setiap kedai kopi itu baik, tapi belum tentu cocok untukmu.

ARTIKEL yang sifatnya opini ini saya tulis berasarkan pengamatan saya yang sudah mengunjungi berpuluh kedai kopi. Setiap kedai kopi menawarkan  banyak keseruan mulai dari tempat yang nyaman, rasa kopi yang sedap, makanan yang enak, pelayanan yang mumpuni, playlist yang aduhai dan lain sebagainya. Sayangnya, tidak semua kedai kopi memiliki poin-poin yang saya sebutkan sekaligus. Karena seperti manusia yang banyak cela, kedai kopi pun juga.

 

Credit : huffpost.com

Setiap kedai kopi memiliki andalannya sendiri. Dan ‘andalan’ ini ternyata menyaring pasar yang datang ke sana. Jika kamu tak suka dan tak nyaman di salah satu kedai kopi tersebut, mungkin kamu bukan market mereka. Hal ini terbukti ketika saya datang ke sebuah kedai kopi di Medan. Kedai kopi ini ramai betul. Makanan enak terhidang, kopi yang rasanya bolehlah namun tempatnya sama sekali tidak nyaman. Saya mau protes tapi seketika tersadar bahwa kedai kopi ini bukan diperuntukkan untuk saya. Mereka punya pasarnya sendiri. Yang setia mampir dan nongkrong di sini. Lantas apakah kedai kopi ini tidak termasuk kedai kopi yang baik? Tidak juga. Karena mereka ramai dan laris, hanya saja tak cocok untuk saya.

Lain waktu saya mampir ke kedai kopi yang nyaman, tenang, playlist oke, kopi enak, sedap betul pokoknya. Dari meja sebelah saya mendengar sekelompok bapak-bapak protes “kopinya asam. Musiknya bikin ngantuk dan masa harus pesan sendiri?”. Saya yang tak sengaja mendengar seketika berpikir “masa sih kedai kopi yang hampir sempurna di mata saya ini masih saja ada yang komplain?. Lalu saya sadar bahwa saya dan bapak-bapak tadi punya selera yang berbeda soal tempat ngopi. Ya, sah-sah saja jika dia komplain. Namun dia harus sadar juga bahwa kedai kopi ini memang tidak memasukkan bapak-bapak tadi sebagai market-nya.

 

Credit : kinfolk.com

Lalu bagaimana jika pebisnis kedai kopi ingin merangkul semua kalangan? Semua pasar? Sebenarnya bisa-bisa saja meski pe-er-nya banyak. Apalagi untuk kedai kopi yang sangat spesifik dan subjektif. Sulit sekali memuaskan semua orang dan berharap semua orang setuju dengan bisnis yang kamu tawarkan. Menurut saya alih-alih ingin menjadi tujuan ngopi semua orang, bagaimana jika membenahi semua aspek yang ada di kedai kopimu. Rasa kopi, rasa makanan, kenyamanan, pelayanan, dan faktor xxx lainnya harus dibenahi agar kuat hingga ke akar. Setelahnya biarkan pasar yang menentukan. Karena kedai kopi yang baik bukan hanya yang ramai saja. Tapi yang mampu memberikan kebahagiaan bagi siapa saja yang singgah. Dan untung-untung mereka mencandu, kembali lagi dan enggan lupa. Bukan begitu?

 

Foto utama dari goodfreephotos.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.