TIPS PENTING UNTUK PENGGUNA MOKA POT

Kamu salah satu pengguna alat kopi moka pot? Hingga detik ini masih belum puas dengan hasil seduhannya? Mungkin artikel ini bisa jadi berguna untukmu!

SAYA baru memiliki moka pot Bialetti Gran Gala 1 Cup. Alasan saya memiliki alat ini di rumah adalah agar jika ingin minum kopi susu, saya bisa mendapatkan hasil seduhan kopi yang sedikit tebal dan kuat. Sayangnya, moka pot adalah salah satu coffee maker paling tricky yang pernah saya coba. Tak semudah menyeduh manual dengan pour over, Aeropress, Vietnam Drip dan sejenisnya, alat ini cukup menguji kesabaran.

Jika tak tepat takaran dan metodenya, hasil seduhan bisa menjadi kelewat pahit dan gosong. Maka karena sudah cukup jengkel saya pun mencari tahu dan kerap bereksperimen hingga hasil seduhan saya mencapai level ‘lumayan’. Ada banyak sekali tulisan dan video yang mengulas moka pot dan yang paling cocok untuk saya adalah video YouTube di channel ChefSteps yang bintang tamunya yang mulia James Hoffman. Saya mempraktekkan caranya dan ternyata berhasil. Berikut adalah tips penting untuk kamu pengguna moka pot dan tips ini saya sunting dari beberapa sumber, James Hoffman serta tentunya pengalamn saya dan beberapa teman.

Level Gilingan Sedikit Lebih Kasar dari Espresso

Meski mirip espresso maker, moka pot adalah coffee maker bukan espresso maker. Dan sudah pasti cara kerjanya pun berbeda dengan para espresso maker baik manual maupun otomatis. Oleh karena itu, gunakanlah kopi yang digiling sedikit lebih kasar dari level gilingan espresso. Jika terlalu halus kopi akan susah keluar dan ini seringnya menyebabkan ekstraksi berlebihan yang membuat kopimu terlampau pahit.

credit: pexels.com

Kopi Pada Gasket Jangan Dipadatkan Terlalu Keras

Kita mungkin kerap lupa, karena seringnya memadatkan kopi pada portafilter dengan coffee tamper. Pada moka pot kita tak perlu melakukan itu. Cukup dirapikan sedikit dan ditekan seadanya. Tak perlu dipadatkan sedemikian rupa. Jika terlalu padat maka kopi akan sulit diekstraksi dan menghambat keluarnya kopi.

Gunakan Air Panas bukan Air Suhu Ruang

Beberapa orang percaya bahwa menyeduh dengan moka pot berarti harus mengguakan air suhu ruang. Jawabannya tidak. Menurut James Hoffman, air suhu ruang akan memanas pada saat dipanaskan dan saat air memanas, kopi ikut memanas sebelum waktunya pada wadah moka pot. Ini menyebabkan keluarnya rasa pahit yang tidak menyenangkan pada hasil seduhan. Dengan menggunakan air panas, ini akan memangkas waktu pemanasan dan mempercepat proses ekstraksi. Maka hasil kopimu akan jauh lebih nikmat.

credit: hvnclc.vn

Matikan Api Saat Terdengar Bunyi Desis

Kita sering menunggu hingga semua kopi pada moka pot keluar meskipun bunyi desisnya sudah sangat keras. Sebaiknya tidak begitu karena itu pertanda kopi nyaris gosong. Saat kopi pertama keluar, kamu harus memerhatikan secara seksama hingga beberapa saat bunyi desis gelembung keluar. Itu adalah saat yang tepat untuk mematikan api dan menghentikan proses seduh.

Basahi Bagian Bawah Moka Pot 

Saat kamu mematikan api, segera basahi bagian bawah moka pot dengan air. Hal ini sangat penting karena selama bagian moka pot masih panas maka proses ekstraksi akan terus terjadi dan kita tidak mau hal tersebut karena akan membuat kopi semakin pahit. Membasahi bagian bawah wadah moka pot berarti menghentikan prosesnya. Dan kopi kita sudah siap dinikmati!

credit: unsplash.com

Bonus Tips!

Saat kamu menyimpan moka pot, usahakan tidak terlalu kencang memutar bagian bawahnya. Karena kita tahu bahwa pada moka pot terdapat karet yang akan mengendur seiring waktu. Dengan menyimpannya terlalu kencang akan membuatnya cepat kendur dan itu akan sangat merepotkan di masa depan. Jadi rekatkan sewajarnya dan tolong disimpan dalam keadaan kering.

 

Foto utama dari credit: theexoticbean.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

10 Comments
  1. Begitulah moka pot, harus banyak eksperimen supaya bisa menghasilkan ekstraksi yang bagus. Sampai saat ini saya pakai moka pot untuk membuat espresso, dan ternyata bisa walau butuh waktu lama untuk menemukan triknya. Rasio espresso yang pernah saya buat sekitar 1:2,272 cremanya pun keluar warna cokelat tebal bukan kuning pucat, rasanya mirip banget espresso dari single basket .

  2. Saya sdh cukup lama menggunakan Moka Pot Bialetti Brikka 2 cup, dan sampe saat ini masih bingung untuk mendapatkan rasa espresso yg pas. Walaupun sudah menggunakan ukuran gilingan yg sedikit kasar, trus menggunakan air panas, tapi hasil espressonya masih cenderung bitter. Mohon infony

  3. Bisa dicoba ini, untuk gilingannya (satu no diatas gilingan espresso”latina”). Moka potnya yang kecil, terus kopinya 17,5 tamping aja. Pake aja air panas atau suhu ruangan, lalu masaknya pake api besar aja. Nah, waktu kopinya udah mulai keluar, 10-15 detik aja lalu matikan api, pindah ke air biar stop ekstraksi nya. Gitu mas, silahkan dicoba

  4. @JUTAHARIADI
    Mas, aku coba resep / metode pakai Brikka yang paling cocok adalah yang dari YouTube-nya Mencari Herman.
    Lebih bagus hasilnya dibandingkan dengan YouTube ChefSteps.
    Kopinya benar2 mirip espresso tanpa bau gosong

  5. Saya pake moka pot bukan bialeti baru 2 bulan sekarang tdk bisa ekstrasi ke atas crema dan espressonya, kenapa ya ? sampai airnya habis mohon pencerahannya para senior🙏

  6. Solusi biar ga bitter ,setelah dituang campur dengan susu murni dan tambahkan gula aren secukupnya aja, mantapp ha..ha..

  7. Saya pake mokapot bukan merk bialetti, setiap hari dipake kok hasil ekstrasinya gak pekat ya udah 2 hari ini.
    Padahal takaran sama.

  8. Kok hasil espresso dari Moka Pot saya encer, tidak keluar berbuih seperti yg tersaji baik di YouTube atau di blog. Padahal bubuk kopi sudah digiling ulang. Apa baut pada penampung air harus dikencengin lagi ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.