TOLIDO’S ESPRESSO NOOK SINGAPORE

Apapun ceritanya jatuh cinta memang tak pernah mudah. Seperti saya yang harus ‘dikerjain’ Google Map sebelum bertemu dengan Tolido’s Espresso Nook yang membuat saya jatuh cinta.

ANDAI saja GPS berbaik hati dan tidak mengulah siang itu mungkin saya akan lebih cepat bertemu dengan kedai kopi yang sudah lama ingin saya kunjungi ini. Tolido’s Espresso Nook berada di kawasan Bugis dan tak terlalu jauh dari Haji Lane. Dari penginapan saya yang berada di kawasan Bencoleen dibutuhkan kira-kira 7 atau 8 perhentian dengan bus. Meskipun bisa dijangkau dengan MRT (MRT Lavender yang terdekat oleh Tolido’s), tapi kami memilih naik bus saja.

Setelah sampai di halte bus maka berjalan kaki adalah pilihan selanjutnya. Saudara-saudara sebelum kami sampai kami harus memasuki apartemen penduduk yang di dalamnya ada segerombolan bapak-bapak sedang bermain gaplek yang kebingungan. Ha-ha-ha. Sudahlah ya cerita tersesat ini, Tolido’s Espresso Nook berada di Crawford Lane dengan eksterior ‘rame’ khas kedai kopi.

Dari luar saya bisa melihat mesin espresso Kees van Der Westen Spirit yang serasa memanggil-manggil. Kedai kopi ini tidak luas, hanya terdiri dari satu lantai yang dikemudikan tiga orang pekerja yang ramah dan tampak bahagia. Siang itu gerah sekali (mungkin faktor nyasar juga), hanya ada satu meja berisi sekeluarga yang sedang makan siang dan meja pojok diisi pasangan yang jatuh cinta.

Saya memilih duduk di sisi menghadap ke coffee bar karena suka memandang ‘keramaian’ dekorasi yang ada di sana. Ada alat nitro coffee, mesin kopi, penggiling kopi dan gelas serta cangkir yang berjejer-jejer tumpang tindih bersama sentuhan kayu dan mural. Hampir seluruh tembok kedai kopi ini diisi mural tentang kopi dan perjalanannya. Saya sih suka dengan desain kedai yang seperti ini. Terasa hangat dengan lighting dan unsur kayu di mana-mana.

Karena gerah saya memesan cold brew coffee yang kata baristanya berasal dari single origin Ethiopia dan Indonesia. Tapi dia tak memaparkannya secara spesifik. Karena terlalu haus menurut saya rasanya cenderung ke fruity dan sweetness finished. Pas melepas dahaga. Teman saya memesan orange juice yang jatuhnya mirip smoothie. 

Oh iya setelah dahaga hilang saya memesan secangkir piccolo latte yang enak banget! Tidak terlalu milky tapi ‘kerasnya’ kopi melebur pas pada susunya. Dalam dua kali teguk habis tuntas sudah.

Yang membuat saya betah di Tolido’s Espresso Nook ini sebenarnya bukan karena kopinya enak saja, tapi karena baristanya juga asyik. Baristanya ramah dan helpful. Dengan senang hati dia menjelaskan menu kopi dan lain-lain. Malah dia juga menyodorkan diri untuk membantu memfoto kami berdua meski kami tak minta difoto. Baik ya!

Konon di Tolido’s Espresso Nook ini biasanya rame saat jam makan siang dan brunch time. Malah kadang ada antrian panjang. Menu brunch mereka cukup famous dan membuat banyak orang rela ngantri. Tapi karena kami sudah makan dan sudah lewat jam makan siang maka coffee shop ini lengang dan asyik.

Ah, tak sia-sia saya tersesat ke sana kemari demi ke sini. Karena pada akhirnya ada lagi kedai kopi yang membuat saya jatuh hati. Tolido’s Espresso Nook adalah list kedai kopi yang tak boleh kami lewatkan!

Tolido’s Espresso Nook
Block 462 Crawford Lane #01-63
Tel: +65 6648 0178
Selasa – Kamis : 9.30am – 7pm
Jumat – Sabtu : 9.30am – 10pm
Minggu : 9am – 6.30pm

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.