Asia Cafe & Travel International

TWO BUNS: KOPI DAN BURGER YANG MELEBUR SEMPURNA

two-buns-penang


Awalnya saya pikir kopi cuma cocok ‘disandingkan’ dengan camilan manis. Tapi di Two Buns Penang, kopi ternyata sempurna juga bergandeng serasi dengan burger nikmat.

Welcome to Two Buns!

Welcome to Two Buns!

KEMANA pun kaki melangkah, kopi tetaplah menjadi alasan utama saya untuk singgah. Dan Penang, kota kecil yang selalu dan selalu saya kunjungi berkali-kali ini menyimpan banyak sekali tempat ngopi yang mampu membuat jatuh hati. Salah satu tempat ngopi yang tak terencana saya temukan di sekitar hotel tempat saya menginap. Namanya Two Buns, dan saya pikir mereka hanya menjual burger dan sejenisnya saja. Tapi saat melintas di depan jendela kaca, saya menangkap espresso machine di tengah temaram interiornya.

Suasana coffee bar di Two Buns!

Suasana coffee bar di Two Buns!

"Leave No Patty Behind"

“Leave No Patty Behind”

Malam itu gerimis turun menambah romantisme kota tua di sekitar Lebuh Carnavon George Town. Akibat pesawat yang delay-nya kurang sopan, saya dan sahabat saya Donna sampai dengan begitu telat. Setelah check in dan beberes seadanya, kami keluar untuk mencari apa saja yang bisa dipakai untuk mengisi perut. Di tengah gerismis mata kami menangkap sebuah kedai burger yang menarik perhatian. Ah letaknya tak jauh pula dari penginapan. Pas sekali untuk mengisi perut yang keroncongan. Dari luar saya melihat lampu neon merah menyala bertuliskan “leave no patty behind. Mungkin saja burger yang mereka buat lezat tak terkira, apalagi saya mengintip ada mesin kopi yang membuat semakin tergoda.

A cup of joe!

A cup of joe!

Two Buns bukanlah sebuah kedai mewah yang luas. Desain interiornya sederhana dengan sentuhan simple rustic di sana-sini. Sebuah kesederhanaan yang diam-diam saya sukai. Tak menyangka bahwa di tengah sunyinya area Lebuh Carnavon mala mini, ada sebuah kehidupan yang riuh di Two Buns. Kursi-kursi berisi manusia yang lapar sama seperti kami. Sebenarnya saya tidak berniat minum kopi karena waktu telah menunjukkan pukul yang tinggi, tapi namanya juga godaan mana mungkinlah saya singkirkan kenikmatan. Berdasarkan godaan saya akhirnya memesan secangkir hot latte dan chicken crispy burger. Dua menu yang sungguh tepat pilih. Bahagia sampai terbawa mimpi.

Memandangi dengan penuh arti ya. Hi-hi-hi

Memandangi dengan penuh arti ya. Hi-hi-hi

Chicken Crispy Burger

Chicken Crispy Burger

Malam itu saya dan Donna hanya sebentar menghabiskan waktu di Two Buns berhubung lelah yang tak berkesudahan. Tapi kami kembali lagi di Minggu siang yang direstui semesta. Karena begitu bergairah untuk ngopi lagi di Two Buns, kami justru datang di saat kafe ini belum buka. Ha-ha-ha. Saat kami mampir para pekerjanya masih berberes-beres, pintu belum dibuka dan kursi-kursi masih nangkring di atas meja. Ya sudah, namanya juga pengin ngopi, belum buka pun pastilah tetap ditunggu.

Simpel dan sederhana, interor yang tak mengada-ada

Simpel dan sederhana, interor yang tak mengada-ada

Nongkrong pagi menjelang siang di Two Buns ternyata lebih asik daripada di malam hari. Cahaya matahari yang masuk dari jendela membuat tempat ini berdandan dengan wajah berbeda. Foto-foto juga lebih semangat karena pencahayaan tak ada masalah. Berhubung sudah sarapan, saya memesan kopi dan camilan. Mesin espresso Rocket dan automatic grinder Mazzer baru dinyalakan. Dan kopi pesanan saya adalah yang pertama membuat dua alat ini bekerja. Secangkir café latte dipilih sekali lagi. Dan karena belum mencoba filter coffee, saya memesan single origin Guatemala yang diseduh dengan Hario V60. Di sini ternyata single origin-nya disajikan dua pilihan. Disajikan panas seperti biasa dan disajikan dingin dengan disertakan batu es. Saya sih lebih suka yang panas karena tidak terkontaminasi batu es yang membuatnya terasa lebih watery.

Sang barista sedang meracik kopi saya

Sang barista sedang meracik kopi saya

The Pop Corn Chicken

The Pop Corn Chicken

Seperti biasa tak cukup dengan kopi saja, kalau ngopi itu baru lengkap rasanya jika ditemani camilan. Donna mau mencoba a slice of cake yang diberi nama Mr. President. Dan saya tentu memilih Pop Corn Chicken yang gurihnya menagih. Sambil menghabiskan waktu dan menghabiskan kopi, saya sempat kenalan dengan sang pemilik Tommy Yap. Dan darinya saya tahu bahwa Two Buns memiliki sister company yaitu The Alley yang juga pernah saya datangi. Pantesan kedua tempat ini memang rada mirip tapi berbeda konsep. The Alley yang lebih “kopi”, sedangkan Two Buns meleburkan burger dan kopi secara sempurna. Keduanya membuat saya jatuh hati dengan cara yang berbeda.

Menyeduh single origin Guatemala

Menyeduh single origin Guatemala

Oh iya yang paling asik dari Two Buns ini adalah mereka memiliki video game jadul arcade machine yang bisa dimainkan oleh pengunjung. Saya agak takjub juga mengingat arcade machine ini hanya ada di masa kecil tahun 90-an yang lalu. Kehadirannya di Two Buns membangkitkan memori sekaligus menjadikan tempat ini begitu berciri. Two Buns buat saya tak hanya sekedar tempat makan enak, tetapi juga ngopi sambil bersantai. Dan yang paling penting, para manusia yang bekerja di sana membangun suasanan nyaman yang membuat betah. Jika ke Penang, Two Buns adalah sebuah nama yang tak bisa kamu abaikan.

Mr. President!

Mr. President!

Two Buns

66-70, Lebuh Carnavon – Lebuh Melayu, George Town,

10300 George Town, Penang, Malaysia

 Buka : 12.00 – 00.00

 

PAKET CAFE

6,540 total views, 1 views today

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    tri
    March 15, 2017 at 4:14 pm

    “akibat pesawat yang delay-nya kurang sopan, saya dan sahabat saya…” let me guess your flight was lion air.

  • Reply
    Indra riana
    March 17, 2017 at 12:02 am

    Sudah pernah ke Warung Kopi @madeinubud Di Ubud , Bali ?

  • Leave a Reply