UMAH KOPI DAN PITIK KERINCI JAMBI

Untuk saya Kerinci adalah kabupaten paling menawan dengan potensi teh dan kopi yang luar biasa dan nuansa sejuk yang mendamaikan jiwa raga.

TIDAK pernah mampir ke Jambi sebelumnya saya tak menyangka bahwa Kerinci akan menjadi destinasi pertama saya di provinsi ini. Kerinci menjadi tujuan saya dan segenap tim untuk mengunjungi kebun-kebun kopi di Kayu Aro dan berjumpa dengan para petaninya.

Kesan pertama sampai di Kerinci adalah kebun teh yang membentang indah seperti permadani yang direbahkan di seluruh penjuru. Sejauh mata memandang hijau kebun teh mengelilingimu. Bahkan penginapan kami pun berada langsung di depan kebun teh.

Di sela kegiatan single origin trip dan saat malam menjemput suasana di Kayu Aro, Kerinci mendadak sepi dan dingin. Kota ini memang tak terlalu besar dengan kegiatan anak mudanya yang tampaknya tak banyak pilihan. Di malam hari mereka mungkin hanya duduk di warung dan kafe kecil. Hari selesai begitu cepat di sini.

Kami yang terbiasa nongkrong di kedai kopi selepas gelap pun kebingungan mau nongkrong di mana. Mau kembali ke hotel rasanya terlalu cepat. Sedang untuk keluar kami tak tahu mau kemana. Ha-ha-ha.

Jadilah berkat bantuan Google, kami menemukan sebuah kedai kopi atau warung kopi yang lokasinya kira-kira 7 kilometer dari tempat kami menginap. Kami tak berekspektasi apa-apa soal kedai ini. Yang kami perlukan hanyalah tempat nongkrong untuk melanjutkan malam.

Ternyata kedai yang bernama Umah Kopi dan Pitik ini adalah kedai kopi sederhana yang berdiri di sebuah ruko. Kedainya sederhana saja. Namun mereka menjual kopi dengan menu manual brew dan espresso base juga. Oh iya, ada juga menu ayam goreng aneka pilihan.

Ada kursi dan meja biasa serta tempat duduk lesehan. Bar kopinya terbuat dari kayu dan diberi penerangan remang. Cukup oke untuk ukuran Kayu Aro sekitarnya. Kami memesan Kopi Tubruk dari single origin Kerinci, Cappuccino, filter coffee dari V60 dan cokelat hangat.

Mesin espresso-nya ada tapi pada saat kami datang sedang rusak jadi baristanya menggunakan Moka Pot dan french press untuk frother susunya. Kreatif! Kopi tubruk saya rasanya sedap apa adanya. Tidak kuat namun tetap fruity. Semua menu snacks sedang tak tersedia. Tak apalah yang penting kopinya ada.

Teman-teman saya bermain gitar yang memang tersedia di sana. Dan lagi enak-enaknya main gitar ternyata ada tamu datang dan langsung menghidupkan speaker dan mikrofon. Eh di sini bisa karokean rupanya! Hahaha.

Jadilah teman-teman saya ikut karokean juga sambil merasa lucu sendiri betapa kedai kopi begini bisa disulap jadi tempat karaoke juga. Mungkin sangkin sulitnya mencari hiburan di sini maka kreativitas harus digalakkan. Terima kasih untuk malam seru nan random-nya Umah Kopi & Pitik!

Umah Kopi & Pitik

Desa No.Rt 04, Jernih Jaya, Gn. Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi 37163

Jam Operasional : 10.00 – 20.00 WIB

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.