VARIETAS HYBRID; BENARKAH SOLUSI MASALAH TANAMAN KOPI DI MASA DEPAN

Secara umum dan banyak orang ketahui bahwa kopi terbagi menjadi 2 jenis saja, kopi robusta (coffea canephora) dan kopi arabika (coffea arabica). Bukan hanya dibedakan berdasarkan nama, tentunya bentuk tanaman kopi robusta dan tanaman kopi arabika juga berbeda, yang sering disebut dengan varietas. Mengenai varietas, tanaman kopi seperti apa sebenarnya yang disebut varietas coffee hybrid.

SEBELUM berkenalan dengan istilah varietas hybrid, izinkan saya untuk sekilas mengulas tentang perbedaan dari 2 jenis tanaman kopi ini. Jika dibandingkan dari segi permintaan akan komoditas kopi, diantara keduanya arabika memiliki lebih banyak penikmatnya dibandingkan dengan robusta. Cenderung permintaan robusta untuk kebutuhan coffee blend atau pun untuk sajian kopi dengan milk base, sedangkan arabika biasanya akan disajikan secara manual yang sering disebut juga dengan black coffee.

Dari fisik tanaman, arabika lebih pendek daripada tanaman robusta, tinggi tanaman arabika sekitar 2,5-4,5 m dengan temperatur optimal di antara 15°-24°C sedangkan untuk tanaman robusta tumbuh sekitar 4,5-6,5 m dengan temperatur antara 18°-36°C . Curah hujan juga membantu perkembangan tanaman kopi, tapi curah hujan yang bagaimana yang masih bisa diterima tanaman kopi. Jenis arabika masih sanggup tumbuh dengan baik pada curah hujan sekitar 1200-3000 mm/tahun dan robusta sekitar 2200-3000 mm/tahun.

credit: theroasterie.com

Fakta selanjutnya tentang tanam kopi, dengan luas lahan yang sama dan waktu yang sama pula, tingkat produktifitas arabika lebih lambat dibandingkan dengan tanaman robusta. Sebabnya perlu perawatan khusus untuk menumbuh-kembangkan tanaman arabika, sedangkan tanaman robusta yang memiliki ciri kuat terhadap hama hanya perlu perawatan secukupnya saja. Pada tanaman arabika memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk merawat tanaman arabika hingga siap panen.

Biji kopi yang telah dipanen dari kedua jenis tanaman kopi juga memiliki perbedaan, bentuknya yang berbeda ini disebabkan nutrisi yang diterima tanaman yang kemudian menjadi buah dan selanjutnya menjadi biji. Biji kopi arabika mempunyai ciri badan biji yang lebih kecil dengan bentuk oval, sedangkan biji kopi robusta bentuk bijinya lebih besar pada badan biji serta berbentuk membulat. Bukan hanya itu kandungannya juga pasti memiliki perbedaan yang tak kasat mata, hanya menggunakan alat khusus dapat melihatnya. Kadar kafein robusta lebih tinggi daripada kadar kafein arabika, robusta sekitar 2% dari beratnya dan arabika sekitar 1% dari berat bijinya. Dan chlorogenic acid lebih tinggi robusta sekitar 7.0-10.0 sedangkan arabika sekitar 5.5-8.0.

Kesimpulan umum, tanaman kopi robusta lebih tahan dari hama dan tidak butuh banyak biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya, namun biji kopi arabika lebih banyak peminatnya tapi tanaman kopi arabika harus butuh perhatian lebih untuk merawatnya. Cuaca yang ekstrim merupakan tantangan bagi tanaman kopi, khususnya arabika. Berdasarkan permasalahan inilah, banyak peneliti yang mengembangkan varietas baru untuk mengantisipasi cuaca ekstrim di kemudian hari. Bagaimana menerapkan ketahanan tanaman kopi layaknya robusta namun mempunyai rasa yang kaya seperti arabika.

credit: 1912pike

SEKILAS TENTANG VARIETAS HYBRID

Permasalahan pada pertumbuhan tanaman kopi sekarang ini mengacu pada pola cuaca, meningkatnya temperatur, dan penyakit tanaman serta tantangan lainnya yang menghambat produktivitas. Dan hal ini juga merupakan tantangan di masa depan, dan bahkan proyeksi lahan terbuka untuk tanaman kopi akan semakin sedikit, alhasil peniliti berasumsi untuk menghadapi tantangan tersebut, harapannya ada varietas kopi yang lebih produktif untuk memenuhi kebutuhan. Sebabnya, di beberapa negara melakukan program pembibitan varietas hybrid yang mungkin dapat menjawab tantangan permasalahan yang akan muncul di kemudian hari.

Varietas hybrid adalah varietas kopi yang tercipta dari proses persilangan beberapa varietas kopi, gunanya meningkatkan potensi varietas kopi agar lebih memiliki ketahanan terhadap ancaman tanaman kopi. Sebelum dikatakan varietas hybrid tersebut layak disebut varietas baru hasil persilangan dan diberikan nama, ada tahapan yang harus diuji terhadap varietas hybrid ini, seperti yang dituliskan pada standar perlindungan varietas tanaman yang diterbitkan UPOV. UPOV sendiri merupakan sebuah sistem yang mengurusi varietas dan hadir bersamaan dengan diadopsinya konvensi internasional untuk Perlindungan Varietas Tanaman Baru oleh sebuah Konferensi Diplomatik di Paris pada tanggal 2 Desember 1961.

  • Varietas Seragam | Menjelaskan bahwa varietas memiliki sekumpulan karakteristik dan semua jenis tanaman ini terlihat sama. Misalkan, secara umum, apakah varietas baru ini tergolong arabika atau robusta.
  • Varietas Berbeda | Secara khusus, menjelaskan apakah varietas memiliki perbedaan dari karakteristik umum. Misalkan, apakah varietas baru ini mempunyai perbedaan dari tanaman arabika yang lainnya.
  • Varietas Stabil | Varietas baru dapat direprodusi dan karakteristiknya tidak berubah pada generasi berikutnya.
credit: worldcoffeeresearch

Baru ini sedang dilakukan serangkaian uji ketahanan pada generasi pertama varietas baru yang bernama Centroamerica, sudah mulai tanam tahun 2016 untuk dilakukan serangkaian uji, dan memastikan kualitas kopi tetap stabil samapi 4-5 kali panen di rentang tahun 2017-2021. Centroamerica ini kabarnya memiliki kualitas rasa seperti Varietas Geisha dan memiliki katahanan terhadap karat daun layaknya Varietas Obata. Generasi pertama centroamerica ini merupakan persilangan antara Varietas Hybrid T5296, Varietas Sarchimor dan Varietas Rume Sudan. Jika varietas baru ini menghasilkan kualitas rasa yang stabil, maka tahun 2023 varietas ini dapat dijual untuk umum. Sementara ini, tahun 2018 juga ditanam varietas tersebut di Rwanda, Afrika Timur untuk pengujian juga.

Artikel ini disadur dari WorldCoffeeResearch.org
src: upov.int coffeechemistry.com img: worldcoffeeresearch

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.