WAWANCARA EKSKLUSIF: FILIP KUCHARCZYK, JUARA WORLD AEROPRESS CHAMPIONSHIP 2016

Juara dunia dari Polandia yang ramah sekaligus menyenangkan diajak bicara blak-blakan, dari tema klasik sampai hal kecil tapi menghibur.

KEJUARAAN dunia khusus Aeropress ini menurut saya seperti “musik indie” di dunia kopi. Ada banyak kompetisi kopi yang cukup bergengsi di dunia dan bahkan telah mainstream, tapi kompetisi ini tetap dan selalu menarik untuk diikuti. Salah satunya karena pesertanya hanya menggunakan Aeropress dan tidak ada metode lain sehingga yang diuji di sini adalah benar-benar teknik mereka. Dari yang awalnya hanya berhadiahkan token prize dan sebuah kue di akhir acara, World Aeropress Championship kini telah menjelma salah satu event kopi Internasional yang prestisius—termasuk hadiah-hadiahnya yang telah berlipat ganda dan sangat banyak.

Tahun ini Filip Kucharczyk dari Polandia menjadi juara World Aeropress Championship. Ia telah mengalahkan 107 kompetitor Polandia lain untuk menjadi juara di negaranya, lalu 50 kompetitor dari negara lain sebelum akhirnya dinobatkan sebagai penyeduh Aeropress paling hebat di planet bumi tahun ini. Pun begitu, ketika saya menghubunginya untuk keperluan wawancara, sama sekali tak ada kesan arogansi yang kelur darinya—entah sekadar belagu susah dihubungipadahal bisa saja kalau ia mau mengingat jadwalnya yang sibuk. Sebaliknya, Filip ternyata sangat mengasyikkan dan bahkan tak sungkan-sungkan meminta saya mengingatkannya lagi jika ada pertanyaan atau hal lain yang perlu saya perbaiki. Filip adalah sang Juara dunia yang sangat menyenangkan. Simak wawancaranya berikut ini.

Filip dan hadiahnya yang banyak.
Bersama hadiahnya yang banyak.

Hi, Filip. Selamat karena sudah menjadi Juara Aeropress tahun ini. Mungkin kedengarannya sudah umum, tapi bagaimana perasaanmu ketika akhirnya sampai di final dan bahkan kini menjadi Juara Dunia? Apa kamu memang sudah menargetkan akan menjadi Juara sebelumnya?

Hai, terima kasih. Ketika tiba di Dublin, sebenarnya misi saya yang sesungguhnya adalah: di sana, saya tidak mau stres. Saya telah memenangkan Kejuaraan di Polandia dan itu sudah cukup bagus buat saya. Tapi kami semua (para kompetitor) datang ke Dublin untuk berkompetisi dan sejatinya memang bertujuan untuk menang, kan?

Sangat luar biasa bagi saya karena akhirnya sampai di babak final. Itu sangat menggembirakan, tapi saya pura-pura cool saja. Haha… Ketika akhirnya saya menang di babak final itu, man, saya benar-benar tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya saya dan betapa leganya (karena akhirnya selesai juga). Perasaan itu benar-benar luar  biasa.

Sejauh mana kemenangan global ini telah memengaruhi kamu dan karirmu?

Sejauh ini pengalamannya luar biasa, ya meskipun saya belum jadi orang terkenal di Hollywood. (tertawa) Saya telah menandatangani beberapa Aeropress, melakukan banyak wawancara, diudang ke acara radio, tv, workshop dan sebagainya. Tidak berubah banyak, tapi saya pikir kemenangan ini telah membuka pintu-pintu lain dan saya akan sangat senang sekali untuk mengetahui apa lagi yang ada dibaliknya dan setelah ini.

Dan kini kamu akan mulai terkenal di Indonesia. :p Btw, jadi, apa persiapan yang kamu lakukan sebelum menuju World Aeropress Championship di Dublin? Apa kamu melakukan sejumlah riset terlebih dahulu mengingat akan ada 50 kompetitor lain yang bertanding di Kejuaraan itu?

Seperti yang tadi saya bilang, saya nggak mau stres di kompetisi itu. Saya sudah berkompetisi di cukup banyak kejuaraan seperti lomba Barista, Brewers Cup, dan Cupping tahun ini. Jadi bisa dibilang saya sudah agak terbiasa dengan itu. Saya punya resep yang saya gunakan di (Aeropress Championship) Polandia dan itu ternyata berhasil mengalahkan lebih dari 100 barista luar biasa di sana, jadi saya pikir, tidak perlu mengubahnya. Apalagi teknik itu pun sangat cocok dipadukan dengan Rio Negro, biji kopi yang dipakai pada kompetisi ini.

juaranya

Dan, seperti biasa, pertanyaan pamungkas. Apa resep kemenanganmu di World Aeropress Championship tahun ini? Mau membaginya?

Tentu saja.

30-40 gram biji kopi, digiling kasar

150 gram air, dengan suhu 80° – 83° C

Cara seduh:

· Aeropress metode terbalik. Masukkan kopi.

· Hidupkan timer, tambahkan air ke dalam kopi selama 15 detik.

· Aduk, hingga timer menunjukkan 25-35 detik

· Basahi filter, masukkan ke tutupnya. Tutup rapat.

· Tunggu hingga timer menunjukkan menit 1:00 – 1:30

· Balikkan Aeropress dan press semuanya.

· Tambahkan sedikit air untuk memberi rasanya, atau sampai refractometer reading 100-150 gram.

Kalau menurut kamu sendiri, apa sih yang membuat metode Aeropress ini menarik?

Aeropress adalah alat yang benar-benar simpel dan sangat mudah. Kamu bahkan tidak memerlukan scale, thermometer, timer atau bahkan grinder yang sangat mahal dan berkelas. Yang kamu butuhkan hanyalah persediaan kopi berkualitas sangat bagus yang banyak dan sedikit air, lalu kamu bisa membuatnya menjadi konsentrat atau membuatnya encer (atau tidak), tergantung selera masing-masing. Benar-benar metode yang sangat simpel.

Tapi jelas, saya perlu mengukur semuanya dengan menggunakan scale, refractometer dan sebagainya untuk memastikan kerja saya cepat dan efisien ketika sedang berkompetisi atau saat bekerja di kedai kopi.

Filip Kucharczyk

f

Apa rencanamu setelah memenangkan World Aeropress Championship ini?

Well, saya tidak sabar untuk pergi ke Kolombia (yang menjadi hadiah utamanya) dan melihat sendiri, bagaimana kopi diproses sejak dari pertanian dan berada di level dasar seperti itu –saya belum pernah mengalaminya, jadi akan sangat luar biasa sekali.

Di saat bersamaan, kami sedang bekerja untuk merilis edisi khusus Rio Negro (yang menjadi kopi kompetisi di WAC) bersama kedai kopi dan perusahaan roasting saya. Projek ini sangat membuat saya bersemangat sekaligus senang. Kopi ini harusnya akan mulai tersedia dan bisa dipasarkan ke seluruh dunia dalam waktu dekat –itu akan memberi siapapun kesempatan untuk mencoba dan merasakannya sendiri.

Rencana lainnya adalah mulai bepergian untuk mengadakan workshop di kedai-kedai kopi dan pada siapa pun yang tertarik dengan penyeduhan kopi – baik untuk mengembangkan skill mereka maupun membuat mereka bisa meminum kopi yang lebih baik. Bagaimana dengan Indonesia? (tersenyum)

Di sisi lain, bagaimana industri third wave di Polandia? Apakah orang-orang Polandia memang benar-benar memiliki budaya kopi yang sangat kuat?

Kami, sebagai sebuah negara, meminum berton-ton kopi. Tapi sayangnya bukan kopi yang bagus. Saya pikir ini juga terjadi dimana-mana. Di saat bersamaan, pergerakan kopi spesialti bertumbuh dengan sangat cepat. Di banyak kota-kota besar (di sini) kamu akan menemui banyak kafe yang telah menyajikan kopi-kopi spesialti yang diekstraksi dengan sangat baik. Kejuaraan Barista di Polandia pun sangat populer. Lihat saja Polish Aeropress Championship misalnya, ada 108 barista yang ikut. Ini menunjukkan adanya keinginan yang sangat besar terhadap kopi-kopi bagus! Dan semua ini akan terus menjadi lebih baik di waktu berikutnya.

Foto di dekat Aeropress emasnya, hanya untuk Otten Coffee. Terima kasih, Filip! :)
Foto di dekat Aeropress emasnya, hanya untuk Otten Coffee. Terima kasih, Filip! 🙂

Terakhir, apa peristiwa yang membuatmu mengenal kopi pertama kalinya? Dan yang membuat kamu, istilahnya, jatuh cinta pada minuman ini dan memutuskan menjadi barista yang penuh passion?

Ketika saya pertama kali mencoba kopi yang dibuat oleh Ibu saya, saya tidak bisa meminumnya. Saya benar-benar tidak menyukainya sama sekali dan bahkan nggak ngerti kenapa orang-orang meminum sesuatu yang seperti itu. Tapi saya percaya, pasti ada sesuatu yang menarik dalam kopi, tapi saya tidak pernah serius dengan minuman ini sebelumnya.

Suatu hari, saya mencoba kopi specialty dari Ethiopia dan itu benar-benar membuat saya sangat terkagum sampai terdiam sejenak. Waktu itu saya tidak percaya apa yang saya minum, saya syok. Tapi sejak saat itu pula saya mulai mencoba banyak dan banyak sekali kopi, lalu mencoba untuk memahaminya lebih lagi. Dan hari ini saya bisa berbicara dengan kamu (tentang kopi). Itu pastilah pilihan yang bagus. (tersenyum).

Wow. Terima kasih, Filip untuk semua cerita dan pengalamannya. Saya suka wawancara ini! 🙂

 

aeropress

Foto oleh Horst A. Friedrichs dan dokumentasi pribadi Filip.

774 total views, 2 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

3 Comments
  1. Wow. Benar-benar pengalaman yg sangat berharga. Terimakasih udh nulis artijel ini mb. Kita yg msh awam ini jd tau gmn belajar dr pengalaman sang juara : yaitu practise, practise, practise dan rendah hati!

  2. Resepnya sederhana.. tapi agak ribet jg ya krn hrs pake TDS, dsb. Wkwkwk…. panteslah dia menang. Btw, terima kasih utk informasi ini ya mba penulis dan Otten. Bener” membuka mata tentang kopi yg sebenarnya dr kacamata seorang jawara. Keep inspiring us! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published.