WAWANCARA EKSKLUSIF: MICHALIS DIMITRAKOPOULOS, JUARA WORLD COFFEE IN GOOD SPIRITS 2016

Satu lagi Juara dunia yang membagikan pengalaman kemenangannya.

KEJUARAAN kopi Internasional satu ini terbilang sangat menarik karena melibatkan bukan hanya sekadar kopi dan campuran susu penuh krim, tapi kopi dan spirits. Kata terakhir barangkali akan diartikan sebagai minuman keras oleh kebanyakan orang Indonesia meski penafsiran spirits sebenarnya tidak sesederhana itu.

Di Indonesia, World Coffee in Good Spirits memang belum seterkenal World Barista atau Brewers Cup, tapi di luar, kejuaraan ini semakin diperhitungkan karena prosesnya yang cukup menantang kemampuan barista. Mereka harus membuat kombinasi antara kopi spesialti dan spirits, tapi menjadikan komposisinya tetap seimbang. Jika formasinya benar maka akan menciptakan minuman yang konon memiliki citarasa luar biasa, aroma memikat, plus asupan energi seperti yang diberikan kafein. Saking menariknya minuman ini, tidak heran jika Matthew Perger –tentu kalian sudah sangat familiar dengan nama itu– dari St. Ali dan Sensory Lab pun pernah mengikuti event ini di tahun 2014 dan menjadi Juara Dunianya.

Tahun lalu, George Koustoumpardis dari Yunani menjadi juara World Coffee in Good Spirits. Dan tahun ini, Michalis Dimitrakopoulos yang juga berasal dari negara yang sama –dan bahkan dari perusahaan kedai kopi yang sama– memenangkannya. Sangat menarik bagi saya melihat satu negara menjuarai kompetisi yang sama berturut-turut.

Saya penasaran, ingin tahu sebenar-benarnya tentang kompetisi ini dan ingin menangkapnya langsung dari Juara Dunianya. Maka terjadilah wawancara ini. Ketika Michalis saya hubungi, ternyata ia cukup ramah dan antusias. Ah, ternyata penampilannya yang hipster itu bukan jebakan. Yah, kalian tau. Lol.

 

Michalis Dimitrakopoulos

DSC_0473
Foto oleh Dianne Jialei Wang.

 

Hai Michalis. Sedikit terlambat memang, tapi selamat buat kemenangan Anda di Shanghai kemarin. Menurut Anda, apa sebenarnya coffee in good spirits itu?

Hai, terima kasih. Coffee in good spirits adalah sebuah kompetisi dimana para barista yang mengikutinya harus memadukan spirits berkualitas tinggi dengan kopi spesialti. Para barista yang mengikuti kompetisi ini wajib tahu apapun tentang kopi dan spirits yang mereka presentasikan. Ini adalah kompetisi dimana Anda harus tahu segalanya tentang metode brewing, espresso dan juga cup tasting. Karena Anda harus menemukan kesimbangan yang tepat untuk kedua komposisi (kopi spesialti dan spirits) itu.

 

Apa yang membuat minuman ini menarik menurut Anda?

Kesimbangan yang akurat antara kopi dan spirits akan menghasilkan kopi koktil dengan aroma dan rasa yang sangat luar biasa. Ketika Anda (berhasil) menemukan keseimbangannya, maka Anda akan merasa bahwa Anda seperti barista dan bartender sekaligus.

 

Apa resep kemenangan di World Coffee in Good Spirits 2016? 

Selain Irish coffee (yang merupakan menu wajib untuk semua finalis), saya juga membuat kopi dingin signature saya sendiri. Minuman ini terbuat dengan mencampurkan spicy rum, oleo saccharum, grand marnier dan double shot espresso. Untuk racikan kopinya sendiri, saya menggunakan biji kopi Ninety Plus dari Tchembe, yang merupakan varietas heirloom, diproses secara proses natural. Hasil yang didapat dari kombinasi menakjubkan ini adalah big spicy flavor, plus clove dan cardamom flavor dan aroma vanilla dan pink grapefruit.

 

Wow, terdengar kompleks sekali. Lalu apa persiapan Anda sebelum maju ke kompetisi dunia ini? Ada perencanaan khusus? Tetsu bilang dia sampai mengeksplorasi ke Ethiopia dulu untuk mencari biji terbaik.

Persiapan untuk melaju ke kejuaraan dunia, pada dasarnya, kembali lagi kepada Kejuaraan apa yang Anda pilih untuk ikuti. Persiapan saya sendiri adalah melakukan banyak sekali proses cupping untuk menemukan kopi terbaik, mencoba banyak sekali spirits yang juga berkualitas untuk mengombinasikan keduanya. Dan itu tidak termasuk sejumlah proses percobaan, latihan demi latihan, dan persiapan yang melibatkan jam-jam yang sangat sangat banyak sekali.

Day2_128

Day2_135

 

Saya lihat Juara tahun lalu, George Koustoumpardis, juga berasal dari Yunani. Apakah Yunani memang sangat populer dengan minuman jenis ini? Bagaimana industri third wave di sana?

Selama bertahun-tahun Yunani hampir selalu berada di putaran final pada banyak kejuaraan barista. Itu karena Yunani dan baristanya selalu berusaha untuk maju dan berkembang dalam industri ini. Kami memiliki banyak sekali micro roaster dan banyak sekali Juara. Misalnya saja adalah George Koustoumpardis, pelatih saya dan pemilik dari The Underdog (tempat ia bekerja—red) yang juga seorang roaster, Tasos Delichristos. Dan banyak lagi.

 

Berg Wu, juara ketiga di kompetisi yang sama yang Anda ikuti, ternyata menjadi Juara Barista Dunia tahun ini. Bagaimana Anda melihatnya?

Hm, tidak masalah. Dia adalah barista yang sangat bagus dan dia membuktikan itu. Di WBC—World Barista Championship—dia adalah orang yang sangat baik. Ketika Anda mendapatkan sesuatu yang memang layak Anda dapatkan, maka saya akan senang sekali pernah berlaga bersama barista itu. Adalah kehormatan buat saya karena telah berkompetisi dengan barista demikian.

IMG_1751

IMG_1752

IMG_2274

 

Apa rencana Anda berikutnya? Tidak ingin berkompetisi di kejuaraan dunia yang lain lagi?

Belum ada rencana sejauh ini. Satu-satunya yang saya ingin lakukan saat ini adalah fokus dengan tim saya di The Underdog dan ingin berkembang bersama mereka bersama-sama… entah di dalam kejuaraan atau tidak.

image6

 

Terakhir, apa yang membuat Anda jatuh cinta pada kopi pertama kali dan memutuskan menjadi barista yang penuh passion?

Saya memulai sebagai barista biasa di tahun 2009 sampai seorang teman baik mengenalkan saya ide baru dan perspektif baru tentang kopi. Kemudian saya pindah ke Athena, dan memelajari banyak sekali tentang minuman ini di The Underdog. Kerjasama dengan Tasos dan George… apa lagi yang bisa saya katakan tentang orang-orang ini? Lalu banyak sekali pertanyaan, keingintahuan dan juga latihan membuat saya semakin baik dari waktu ke waktu.

 

Menginspirasi sekali. Terima kasih sudah mau diwawancarai, ya.

Sama-sama. Saya juga senang membagi pengalaman saya. 🙂

 

Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik Michalis dan courtesy dari Dianne Jialei Wang.

barista-tools

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

4 Comments
  1. gileee benerrr… Otten dapet wwancara satu juara dunia lagi. thanks buat artikelnya, bener2 membuka mata gw juga tentng coffee in good spirits. selama ini informasinya dikit bgt soalnya. apalagi yg bhs Indo. btw… ditunggu wawancara yg juara Aeropress dunia, mba. wkwkwk….. #jempol

  2. sedap ini artikelnya. :))
    yep gw setuju sama agan di atas, jarang bgt ada yg bahas coffee in gud spirits di Indonesia. so…. good job yulin! 😉 nambah lagi 1 wawasan gw….

  3. Mbak keren banget wawancara plus informasinya, sy belum pernah tau kalau ada kompetisinya, selama ini coffee with spirit or other alcohol drink hanyalah signature dari beberapa coffee house or parlour. ijin share ya Mbak,.. thank you

Leave a Reply to Ali Budiman Cancel reply

Your email address will not be published.