WEEKENDERS COFFEE TOMINOKOJI KYOTO

Mudah memang jatuh cinta pada Kyoto yang dipeluk keindahan alam, budaya serta manusia yang super ramah. Alasan lain yang menambah daftar jatuh cinta tersebut adalah kopi.

WEEKENDERS Coffee adalah highlight dari perjalanan jelajah kedai kopi saya di Kyoto Jepang. Kedai kopi yang sudah beroperasi sejak 2005 ini memang begitu berbeda dan memberikan pengalaman yang saya damba. Kedai kopinya tak luas dan bisa dibilang kecil sekali layaknya warung dari segi ukuran. Tapi tunggu hingga saya meneguk kopi pertama di sini.

Post from RICOH THETA. #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

Waktu saya ke Weekenders Coffee kedai tentu saja sedang ramai-ramainya. Jangan kamu berharap bahwa coffee shop ini memiliki interior yang nyaman dan bisa duduk santai ngopi. Weekenders Coffee tidak memiliki bagian indoor. Dengan kata lain semua orang yang mau ngopi di sini harus rela berdiri di depan bar tepat di pekarangan kedai kopi. Kaki mungkin saja bisa pegal tapi lidah tak bisa bohong.

Saat kami ke sini hanya ada satu barista yang berada di belakang bar. Meracik kopi dengan mesin espresso La Marzocco dan bergantian dengan Hario V60. Saya mencoba filter coffee dengan single origin Ethiopia (saya lupa Ethiopia apa) yang dibandrol seharga ¥470. Dalam tegukan pertama saya langsung surprise bahagia. Notes pear, jasmine tea dengan after taste yang manis sungguh menagih. Aduh tak sia-sia ngopi pegal sambil berdiri di sini rupanya.

Karena sudah terlanjur jatuh cinta dengan kopi yang satu ini saya langsung buru-buru membeli biji kopi untuk dibawa pulang. Biji kopi yang saya beli adalah Gesha seharga ¥1350 untuk 50 gram, lalu ada Ethiopia Gedeb Natural Prcess dan Kenya Kamwangi, fully washed. Belakangan saya tahu ketiga kopi yang saya beli ini kenikmatannya tak kalah dari kopi yang saya cicipi di sini. Gokil rasanya!

Selain rasa kopi yang membahagiakan, buat saya Weekenders Coffee begitu berkesan dikarenakan konsepnya. Bayangkan betapa banyak orang yang rela ngopi berdiri dan mengantri di sini. Orang datang ke sini benar-benar karena kopi bukan karena hal-hal lainnya. Semua orang khusyuk menggenggam cangkir kopinya masing-masing tak peduli sekeliling.

Semua orang begitu khidmat menyesap kopi tanpa peduli berapa lama mereka berdiri di sana. Sebuah konsep kedai kopi yang mungkin agak sulit di terima di Indonesia ya. Bayangkan saja hanya ada satu bangku panjang di depan kedai dan itulah satu-satunya tempat duduk yang ada. Herannya saya dan juga pendatang lainnya asyik-asyik saja ngopi tanpa keluhan yang berarti. Bahkan malah betah berlama-lama sambil ngobrol serunya.

Weekenders Coffee mengajarkan bahwa dalam industri kopi memang rasa kopi yang terpenting. Unsur-unsur lain hanyalah pelenggap saja. Ah saya bahagia bisa ngopi di sini!

WEEKENDERS COFFEE TOMINOKOJI,

560 Honeyanochō, Nakagyō-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu 604-8064, Japan

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.