WHITE LABEL COFFEE: KEDAI NYAMAN TEMPAT NGOPI IDAMAN

Siang itu hujan yang mendadak hadir menjadi alasan saya untuk berteduh lebih lama di sebuah kedai kopi nyaman bernama White Label Coffee.

white-label-coffee

SAYA sebenarnya adalah tipikal manusia yang rela berburu tempat kopi yang jaraknya jauh. Hal ini sudah sering saya lakukan berkali-kali. Saya tak peduli jika sebuah kedai kopi itu letaknya sulit dijangkau atau malah belum jelas di  mana keberadaannya. Karena buat saya ngopi adalah sebuah ritual yang layak diperjuangkan. Seperti kemarin, waktu saya memutuskan untuk ngopi di sebuah kedai kopi bernama White Label Coffee di daerah Jan Evertsenstraat Amsterdam Barat. Area Jan Evertsenstraat ini sebenarnya cukup jauh dari tempat saya menginap. Tapi karena penasaran dengan tempat ngopi ini saya dan sahabat rela memutuskan mengunjunginya.

white-label-coffee

white-label-coffee

Dari luar White Label Coffee terlihat seperti kedai kopi pada umumnya. Sebuah jendela kaca bertuliskan “White Label Coffee, Cafe & Roastery” terpajang jelas. Di depannya ada sebuah bangku kayu yang asumsi saya diperuntukkan untuk mereka yang ingin ngopi sambil merokok. Memasuki ruangan tentu saja indera penciuman diserang oleh aroma terbaik di semesta: kopi! Siang itu kedai lumayan ramai. Banyak meja yang diisi dengan para peminum kopi yang ‘berkencan’ dengan laptop-nya masing-masing. Saya juga sebenarnya ingin membereskan beberapa pekerjaan tapi menunda sejenak karena ingin berkeliling coffee shop ini.

white-label-coffee

White Label Coffee ini memiliki layout interior design yang unik menurut saya. Tiap ruangan memiliki lantai yang tingkatnya berbeda-beda. Coffee bar berada di lantai dengan level setingkat lebih tinggi dari bagian lain. Mungkin karena ini adalah ‘panggung pertunjukan’ tempat kopi dan barista beraksi tak henti-henti. Di coffee bar sebuah mesin espresso Kees van der Westen Spirit 3 Group berdiri gagah. Menjadi kemudi handal tempat bercangkir-cangkir kopi hadir dengan nikmatnya. Sedang untuk automatic grinder-nya White Label Coffee memilih Grinder Mythos One & Mazzer Kony. Ah, sungguh alat-alat kopi yang canggih yang tentunya membuat saya jatuh hati.

white-label-coffee

Karena sudah waktunya afternoon coffee, maka saya pun sebaiknya menuntaskan kebutuhan kafein yang mendesak ini. Saya memesan double espresso yang dibandrol seharga 2.5 Euro. Ya, siang itu saya memang membutuhkan tendangan ekstra mengingat banyaknya dealine yang sudah meminta untuk dituntaskan. Tak cukup dengan double espresso, saya juga memesan filter coffee. Buat saya memesan menu espresso base dan filter coffee adalah keharusan yang tak bisa ditolak. Keduanya harus dicicipi agar baik jalannya. Ha-ha-ha.

white-label-coffee

Oh iya, untuk filter coffee saya mencoba single origin Ethiopia Kore (natural process) yang diseduh dengan Hario V60. Awalnya sih nggak ada feeling apa-apa soal kopi ini. Tadi hanya ingin ‘main aman’ saja karena kopi dari Ethiopia pastilah enak. Ternyata oh ternyata single origin Ethiopia Kore ini memiliki karakteristik yang clean dengan tones of sweetness strawberries and vanilla. Saya pun mendadak jatuh cinta. Tak cukup satu coffee filter saja, saya pun penasaran mencoba single origin yang lain. Kali ini pilihan jatuh kepada Kenya Kirinyaga (washed processing) yang tasting notes-nya sweet, juicy purple winegums dan sedikit raspberry dan blackcurrant. Aduh segarnya membuat bahagia!

white-label-coffee

Sambil ngopi saya menikmati camilan butter croissant, cookies dan cake. Dan tanpa aba-aba hujan perlahan turun dengan derasnya. Jadilah saya memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih lama di White Label Coffee. Tak hanya saya yang sibuk dengan kopi dan laptop, banyak pengunjung lain yang juga melakukan hal yang sama. Saya suka sekali suasana di sini, karena kedai kopi ini tidak berisik dan merek memainkan lagu-lagu klasik sebagai backsound kedainya.

white-label-coffee

Kurang lebih saya menghabiskan tiga jam nongkrong di White Label Coffee. Begitu banyak hal yang membuat saya jatuh hati dengan White Label Coffee. Mulai dari rasa kopi yang luar biasa, suasana kafe yang asiknya istimewa sampai dengan hujan yang rasanya menyempurnakan segalanya. Sebelum pulang saya menghadiahi diri sendiri dengan single origin yang akan saya seduh di rumah nanti. Saya membeli kopi Kenya, Ethiopia Kore dan Shakisso, Rwanda Coko dan Kosta Rika. Rata-rata single origin di sini dibandrol seharga 8 – 9 Euro. White Label Coffee  menyangrai kopi mereka sendiri karena saya sempat melihat mesin roasting Giesen Hitam 5 Kg. Wah pantas kopinya enak karena disangrai sendiri!

white-label-coffee

Sebelum saya menutup artikel ini saya ingin mengatakan bahwa salah satu alasan saya ke sini adalah karena White Label Coffee memiliki barista jago yang menjuarai Aeropress Championship. Tambah lagi ‘kan satu alasan kenapa kalau main ke Amsterdam kamu harus mampir ke kedai kopi ini?

White Label Coffee

Jan Evertsenstraat 136, 1056 EK

Amsterdam, Belanda

PAKET CAFE

 

262 total views, 8 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.