WOODSTROCK COFFEE PADANG: KEDAI KOPI BARU NAN SERU

Saya menilai kemajuan sebuah kota dari pertumbuhan coffee shop-nya. Seperti Kota Padang yang kian hari makin semarak saja. 

DI hari terakhir petualangan saya di Kota Padang saya menyempatkan diri mampir ke sebuah kedai kopi yang masih terbilang baru bernama Woodstrock Coffee. Saya mengenal pemiliknya Annie Astrid & suami beberapa tahun lalu berdasarkan pertemuan yang kebetulan di sebuah kedai kopi di Bukittinggi. Waktu itu Woodstrock Coffee belum lahir. Yang ada adalah Mandy’s Sweet Booth yang menjual dessert dan cake. 

Tahun kemudian ternyata Annie Astrid mengabarkan bahwa Mandy’s Sweet Booth telah melebarkan diri dengan membuka kedai kopi di lantai dua dan empat. Kebetulan saya mampir lagi di Padang akhirnya saya menyempatkan diri untuk main ke sini. Sesampainya di Mandy’s Sweet Booth saya cukup kagum juga karena di kota ini ada tempat asyik yang khusus untuk dessert dan cake. Lantai 1 dan 2 berdesain girly dan warna-warni. Saat saya datang Mandy’s Sweet Booth sedang dipenuhi anak sekolah yang nongkrong seru. Jadi pengin jadi anak sekolah lagi.

Meskipun agak tergoda dengan jejeran cake di showcase, saya mengurungkan niat untuk mencicipinya karena fokus mau mengintip Woodstrock Coffee. Melewati lantai satu dan dua dengan gagah berani akhirnya sampailah saya di lantai ketiga. Voila! Woodstrock Coffee sungguh berbeda dengan Mandy’s Sweet Booth meski berada di gedung yang sama. Nuansa retro peranakan yang lebur dengan konsep modern berpadu unik. Saya terpana!

Berada di Woodstrock Coffee serasa berada di sebuah mansion Babah Nyonya di Penang atau Malaka Malaysia. Coffee bar yang berada di sebelah kanan ruangan pun berdesain sama. Mesin espresso Nuova Simonelli dan automatic grinder Eureka melebur bersama kipas angin jadul, pajangan retro dan bahkan ada alat serut batu es yang biasa dipakai untuk es campur. Ha-ha-ha.

Belum lagi pajangan seperti koper-koper tua, rantang kaleng yang tak kalah antik beserta lukisan khas peranakan yang entah kenapa memberikan kesan artsy nan ramai tapi memberi nyaman. Pemilik Woodstrock Coffee mengaku terinsipirasi dari nuansa peranakan di Penang dan Malaka. Kebetulan juga mereka memang memiliki koleksi pernak-pernik antik dan kemudian diaplikasikan di kedai kopi ini.

Puas mengagumi konsep dan desainya, saya pun memutuskan memesan hot caffe latte, hot cappuccino dan air putih. Astrid merekomendasikan waffle dan menu baru yaitu pizza di Woodstrock Coffee. Saya yah pasrah-pasrah saja mau direkomendasikan apa, namanya langsung dari owner pastilah tak mungkin salah. Kopi tiba tepat waktu, saya suka dengan latte dan cappuccino yang saya teguk. Leburnya susu dan espresso pas mengguncang lidah.

Tak lama setelah itu waffle pun datang. Menyeimbangkan rasa kopi dengan manis yang enaknya berkecukupan. Ukuran waffle yang tidak kecil asyik buat dimakan keroyokan. Belum lagi waffle tandas, pizza pun tiba. Waduh agak bahaya untuk kenaikan berat badan sepertinya. Tapi apalah daya pizza yang satu ini memang tak bisa ditolak. Everyone can’t say no for pizza, right?

Kejutan tentang Woodstrock Coffee tak hanya berhenti di lantai tiga. Saya dibawa untuk melihat lantai empat yang berkonsep ‘rumah kaca’ outdoor yang dipenuhi tanaman hijau. Dari roof top ini kamu bisa melihat laut dan senja. Tapi jika mau ke sini harus agak sorean saat udara tak panas lagi. Biar adem dan kesannya romantis gitu.

Kehadiran Woodstrock Coffee ini menambah ramainya pertumbuhan kedai kopi di Kota Padang. Dan meskipun belum ada menu filter coffee, setidaknya kedai kopi ini bisa jadi pilihan asyik untuk seseruan ngopi bersama orang tersayang. Semoga segera ada manual brew-nya ya.

Woodstrock Coffee

Jalan Hayam Wuruk No.10 C, Padang
Lantai 3 dan 4 Mandy’s Sweet Booth

8,080 total views, 173 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.