YELLOW CAR COFFEE CHIANG RAI

Kembali ke Chiang Rai di Thailand Utara berarti kembali ke dalam keseruan-keseruan tak tertebak. Seperti menemukan coffee truck pagi-pagi seperti ini.

PAGI itu kami buru-buru menuju terminal bus di Chiang Rai karena takut kehabisan tiket menuju Luang Prabang, Laos. Tanpa mandi langsung pesan Grab dan ternyata sampai di sana tiket hanya bisa di-booking dan baru bisa dibeli pukul 11.00. Dengan lesu kembalilah kami ke hotel tapi sebelum sampai kami menemukan coffee truck dengan warna kuning mencolok di pinggir jalan.

Meja-mejanya penuh orang yang sarapan. Kami yang belum sarapan pun akhirnya memberanikan diri mampir. Eh ternyata ini adalah coffee truck yang menyediakan makanan. Mulai dari bubur khas Thailand hingga sejenis American Breakfast. Tentu ada kopi susu dan thai tea yang tersohor itu.

Setelah mendapat meja kami membolak-balik menu dan memutuskan untuk memesan American Breakfast yang kami bagi dua. Saya memang susah makan pagi-pagi jadinya mempersilahkan teman saya saja yang memesan. Secangkir kopi susu dan secangkir thai tea kami pilih untuk menemani pagi.

Oh iya kami juga memesan seporsi cakwe khas Thailand yang ternyata sedap betul dimakan setelah dicelup di kopi. Yellow Car Coffee ini ternyata sangat popular di kalangan orang Chiang Rai. Pagi-pagi penduduk setempat atau orang-orang yang hendak pergi kerja mampir dulu ke sini dan menikmati aneka sarapan.

Lokasinya yang tepat di depan ikon kota Chiang Rai, Clock Tower ini mudah dijumpai. Mulai buka pukul 6 hingga 9 pagi. Jadi kalau kamu ingin mencoba sarapan di sini harus benar-benar bangun pagi.

Saat menunggu pesanan datang yang kami pesan dengan ‘bahasa tubuh’ ha-ha-ha, kami dipersilakan untuk minum teh tawar yang disediakan gratis di teko. Asyik juga ya ternyata! Saya yang agak kepo akhirnya berkeliling truk. Truk bertanduk ini dimodifikasi dan bagian dalamnya disulap menjadi coffee bar. Meskipun ada mesin kopi di dalamnya tapi sepertinya kopi susu yang diseduh secara tradisional lebih laris di sini. Di bagian belakang truk ada yang menggoreng cakwe. Sedang ‘dapur daruratnya’ berada di pojokan di meja terpisah. Tempat sarapan diracik istimewa.

Oh iya, kopi kami rasanya sedap benar. Mungkin menggunakan kopi asal Chiang Rai yang disangrai pekat. Jadi saat ‘bertemu’ dengan kopi susunya rasanya mantap betul. Jangan tanya lagi kalau thai tea ya. Minum thai tea paling enak itu sudah pastilah di Thailand, kawan. Sedang sarapannya menurut kami cukup besar porsinya. Ada roti bakar, sosis ayam, telur dan sesayuran. Enak! Oh iya untuk semua yang kami pesan ini kalau tidak salah dibandrol 150-an baht saja. Murah sekali!

Sambil perlahan melihat Chiang Rai bangun dan bergegas sibuk kami menikmati sekali sarapan pertama di kota ini. Cahaya matahari pagi itu pun begitu lembut dan tak menyengat. Ya meski belum mandi rasanya segar sekali bangun pagi-pagi dan menikmati sarapan ala orang sini. Kapan lagi, ya ‘kan?

Yellow Car Coffee

Trotoar di Depan Clock Tower

Jam Operasional : 06.00 – 09.00 pagi

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.