YUK NGOPI LEBIH HEMAT DI 2020

Ada yang bilang milenial kebanyakan ngopi sehingga uangnya habis dan tak tertabung. Benarkah demikian adanya?

KEBIASAAN ngopi memang sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Menurut riset kecil-kecilan kami setidaknya orang ngopi 2 kali seminggu di kedai kopi. Dan sisanya ngopi 4-5 kali seminggu dan itu tentu saja memengaruhi isi kantong. Gaya hidup ngopi-ngopi ini kerap dianggap sebuah hobi yang boros jika tak menghasilkan apa-apa. Misalnya jika bekerja di kedai kopi atau rapat di sana tentu akan menghasilkan sesuatu. Tapi jika sekadar ngopi saja dan dilakukan 4-5 kali seminggu akan meresahkan isi kantong juga.

Credit : wordpress-static.prelo.co.id

Lalu benarkah ngopi di kedai kopi itu adalah pemborosan nyata? Jawabannya tidak juga karena tidak semua kedai kopi mahal harganya. Namun jika yang murah pun didatangi 4 kali seminggu bisa jadi pemborosan juga. Lalu bagaimana menyiasati agar di 2020 ngopi terasa lebih hemat dan efisien. Plus tidak mengganggu stabilitas finansial kita kaum menengah ini. Ya, artikel ini bukan untuk ‘para sultan’ yang uangnya tak terbatas ya. Ha-ha-ha.

Pertama, mulai seringlah seduh kopi sendiri. Investasi satu dua alat kopi untuk rutinitas ngopi jangka panjang adalah cara cerdas. Bayangkan satu buah Aeropress seharga 500-an bisa kamu pakai seumur hidup sampai rusak. Lalu kamu bisa membeli sekantong biji kopi katakanlah 200 gram untuk 70 ribuan. Sekali seduh 10-15 gram. Kamu bisa hemat berapa jika setiap ke kedai kopi kamu harus membayar 25 ribu – 40 ribu untuk sekali seduh filter coffee? Meski berinvestasi satu alat kopi terasa begitu berat namun hematnya bisa kamu rasakan jangka panjang. Kelebihan lain kamu bisa mengasah keahlian seduh kopi agar ngopinya lebih berkualitas, bukan?

credit : shopback.com

Kedua, the power of promo. Saya tak pernah menyalahkan siapapun yang gemar berburu promo. Promo adalah cara cermat untuk berhemat. Apalagi sekarang gaya promonya macam-macam. Mulai dari beli 1 gratis 1, potongan harga hingga cashback. Saya sendiri suka mampir ke kedai kopi baru yang menyajikan promo. Meski kadang rasanya tak sesuai lidah setidaknya saya dapat referensi tempat ngopi baru bukan? Ya jika beruntung bisa menjumpai kedai kopi yang seru-seru!

Ketiga, ngopilah jika butuh. Saya pernah menerapkan untuk disiplin ngopi jika butuh tempat dan butuh hasrat ngopi sekali. Ngopi karena ingin semisal beli dengan cara online pernah tidak saya lakukan karena borosnya sangat terasa. Ngopilah di kedai kopi jika kamu butuh suasana baru atau memang ingin bertemu seseorang. Selebihnya usahakan seduh kopi sendiri saja. Karena ngopi karena ingin dan karena butuh jauh bedanya.

Kalau kamu bagaimana caranya ngopi hemat? Yuk kasih tahu kami tipsnya juga.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.