YUK RAWAT PENGGILING KOPI MANUALMU!

Tak hanya hubungan. Penggiling kopi manual juga harus dirawat agar awet, panjang umur dan lancar membahagiakan.

SEBAGAI pengguna penggiling kopi manual alias manual grinder, beberapa kali saya mengalami kendala dalam menggiling. Kendala-kendala itu antara lain hasil gilingan yang mendadak tidak konsisten. Atau pegangan grinder yang keras karena sulit digunakan. Setelah dicari tahu masalahnya hanya satu manual grinder saya jarang dibersihkan sehingga banyak residu sisa gilingan yang menyangkut dan membuatnya susah dipakai.

Ternyata tak hanya saya, beberapa teman home brewer pun mengalami hal yang sama. Maka kami pun berdiskusi dengan satu teman lebih senior dan dia berbagi beberapa tips untuk merawat penggiling kopi manual agar senantiasa awet. Berikut tips sederhananya!

credit: minimallyminimal.com

Bongkar Penggiling Kopimu

Penggiling kopi terdiri dari beberapa komponen yang bisa dilepaskan satu per satu. Lepaskan satu per satu komponen itu dan bersihkan bagian-bagiannya secara menyeluruh. Penggiling manualmu telah bekerja keras menggiling kopi setiap hari, bahkan lebih dari sehari sekali. Sudah pasti harus diperhatikan tiap bagiannya dan dibersihkan dengan sikat. Bagian body-nya bisa dibersihkan dengan kain basah dan kemudian dikeringkan sebelum dipasang kembali. Setidaknya lakukan pembongkaran ini sebulan sekali.

Sikat Burr atau ‘Mata Pisau’ Penggilingmu

Apapun jenis manual grinder-mu, mata pisau atau burr-nya harus diberi perhatian lebih. Umumnya zaman sekarang pengguna manual grinder memiliki penggiling dengan conical burr. Gerigi yang menjadi ‘senjata’ menghancurkan kopi ini terbuat dari beberapa jenis material. Mulai dari keramik hingga metal dan baja. Maka sudah wajib kamu menyikat bagian ini dan membersihkannya dari sisa-sisa gilingan kopimu. Kamu bisa menggunakan kuas atau sikat khusus yang lembut untuk menggunakannya. Pastikan sisa kopi hilang menyeluruh di tiap geriginya.

credit: barcelona.info

Waspada Biji Kopi Light Roast

Biji kopi yang disangrai light roast adalah tantangan tersendiri bagi manual grinder. Karena biji kopi light roast itu adalah yang paling keras dari biji kopi medium roast dan dark roast. Semakin gelap level sangrainya maka biji kopinya akan semakin rapuh. Dan biji-biji light roast susah untuk digiling dan merekalah yang mungkin menjadi penyebab manual grinder harus sering-sering diservis. Namun jangan khawatir. Kamu tinggal mengalibrasi saja jika mengalami kesulitan saat menggiling. Paling-paling level gilingannya tergeser sedikit dan menjadikannya terlalu kasar atau terlalu halus saat menggiling setelahnya.

Dengan kata lain, masalah utama dari manual grinder bukanlah kualitas alatnya yang gampang rusak tapi tergantung dari pemakainya. 80% masalah timbul karena urusan kebersihan. Jadi jangan lupa rajin-rajin bersihkan alat penggiling kopimu ya!

 

Foto utama dari roastycoffee.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment
  1. Hal ini juga berlaku pada gilingan manual dengan burr keramik yang digunakan untuk espresso. Gilingan pertama setelah dibersihkan akan menghasilkan gilingan yang konsisten dan bunyi saat menggiling yang terdengar “krispi”, ini ditandai dengan hasil ekstraksi yang bagus. Sedangkan pada gilingan kedua dan ketiga, hasil ekstraksi tidak sebagus pada gilingan pertama. Setelah burr dibersihkan kembali, maka hasil ekstraksi menjadi bagus lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.