ZERO WASTING COFFEE: MARI MENYEDUH TANPA MEMBUANG APAPUN!

Bayangkan berapa banyak material dan benda yang kita buang setiap hari saat menyeduh secangkir kopi? Ada ampas kopi, kertas penyaring kopi dan banyak lagi.

JIKA kamu penggemar kopi seduh manual pour over pastilah tahu berapa banyak ampas kopi dan paper filter yang terbuang dalam satu seduhan. Sekali seduh mungkin tidak akan berpengaruh apa-apa. Coba bayangkan jika sehari kamu menyeduh dua kali, dikalikan seminggu, sebulan dan setahun? Ada berapa banyak material sisa seduhmu yang terbuang sia-sia. Di tahun baru yang masih muda ini, kenapa tidak mencoba ‘tidak membuang apa-apa’ lagi pasca-seduh kopi. Kita bisa mendaur ulang apa-apa yang terbuang dengan beberapa tips di bawah ini. Mari galakkan semangat #zerowastingcoffee!

Credit : patiocoffee.com.au
Credit : patiocoffee.com.au

Jangan Buang Ampas Kopimu

Sudah bukan rahasia lagi jika ampas kopi bisa didaur ulang menjadi banyak sekali hal-hal yang berguna. Juga kita tahu bahwa ampas kopi adalah salah satu yang paling banyak terbuang percuma. Bayagkan jika sekali menyeduh dengan pour over V60 kamu menggunakan 15 gram kopi dan itu dilakukan dua kali sehari. Coba berapa banyak ampas terbuang dalam seminggu, sebulan, setahun? Mulai sekarang kumpulkan ampas kopi sisa seduhmu. Kamu bisa mengubahnya menjadi pupuk pada tanaman, pengharum kamar mandi dan lemari pendingin, scrub dan masker untuk kulit bahkan dengan sedikit sentuhan kreativitas bisa dijadikan karya seni. Mulailah menggunakan ampas kopi kembali dan jangan buang apa-apa lagi.

Credit : huffingtonpost.com
Credit : huffingtonpost.com

Kurangi Penggunaan Paper Filter

Susah memang untuk berpisah 100% dari paper filter yang memberikan cita rasa dan sensasi berbeda pada hasil seduh. Tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali, bukan? Untuk kita yang mencintai manual brew pour over, sudah bisa mengurangi sedikit penggunaan kertas penyaring kopi ini. Ada kok pilihan coffee filter lain yang bisa dijadikan pilihan. Misalnya saja metal filter yang diusung brand seperti Able Kone, Hario Metal Filter dan Kinto. Memang metal filter memberi hasil yang lebih oily dan seringnya bolder dan keruh, tapi bukan berarti tidak nikmat. Selain bermain-main dengan metal filter, kamu juga bisa menggunakan cloth filter. Filter yang satu ini memberikan sensasi berbeda pula. Memberikan sensasi asik yang mungkin tidak kamu dapatkan dari paper filter. Jika masih sulit ‘berpisah’ dengan paper filter kamu tetap bisa kok tanpa membuangnya seusai seduh. Bersihkan dan keringkan paper filter lalu ubah menjadi aneka kerajinan yang bisa kamu intip di sini -> ide dari paper filter. Jadi tetap tidak membuang apapun, bukan?

paper-filter-vs-metal-filter

Berhenti Menggunakan Coffee Bag

Rasanya hampir mustahil untuk tidak menggunakan coffee bag saat membeli kopi, ya? Tapi untuk kamu yang sering membeli biji kopi (bubuk kopi) di micro-roastery rasanya mungkin saja. Kamu tinggal datang dengan membawa canister atau wadah kopi sendiri dan membeli kopinya tanpa coffee bag. Bayangkan ada berapa banyak coffee bag yang terbuang sia-sia jika kamu terus menerus membeli kopi dengan bungkusnya? Lagian tidak semua coffee bag menggunakan material kertas yang eco-friendly. Well, selagi bisa dan memungkinkan sangat disarankan membeli biji kopi tanpa coffee bag ini. Selain membantu menggalakkan semangat #zerowastingcoffee, kamu juga membantu micro-roastery dengan menghemat cost mereka.

Sekian dulu tips sederhana untuk #zerowastingcoffee. Di artikel lain akan dibahas lagi tentang menyeduh dengan lebih cermat ya. Salam kopi!

 

cari-kopi

 

 

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.